TANJUNG, kontrasx.com – Hingga kini hanya terdapat 1 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Tabalong.
Peristiwa kebakaran lahan ini terjadi di Desa Karangan Putih Kecamatan Kelua yang dapat dijinakkan oleh tim BPBD Tabalong dan UPBS setempat.
Kepala BPBD Tabalong, Haris Fahrozi menyampaikan pihaknya baru menerima laporannya adanya peristiwa Karhutla.
“Sampai saat ini baru ada 1 laporan karhutla di Desa Karangan Putih Kecamatan Kelua. Luasnya sekitar 100 meter persegi” ucapnya pada kontrasx.com, Rabu (22/7).
Haris menuturkan peristiwa kebakaran lahan tersebut dengan cepat dapat diatasi oleh petugas gabungan.
“Alhamdulillah bisa dikendalikan, kemarin dapat dipadamkan berkolaborasi bersama-sama upbs wilayah Selatan” tuturnya.
Ia menyatakan kejadian tersebut sinyalir sengaja dibakar untuk pembukaan lahan.
“Diduga (sengaja) untuk membuka lahan, kami imbau pada masyarakat bijak dalam membuka lahan terutama jangan membakar. Lakukan pembukaan lahan dengan cara tenaga atau sistem padat karya” ujarnya.
Terbaru, pihaknya juga menerima informasi adanya titik panas di Desa Seradang Kecamatan Haruai dan Santuun Muara Uya.
“Kami hari ini melakukan ground checking langsung terhadap informasi titik hotspot itu” kata Haris.
Haris menambahkan dalam penanganan Karhutla ini pihaknya tetap melakukan sosialisasi ke masyarakat.
“Sosialisasi lagi masifnya kita lakukan ke daerah yang berpotensi rawan karhutla, kemarin kita lakukan di kecamatan Bintang Ara hari ini kami lanjutkan ke daerah Muara Uya seperti Desa Uwie, Binjai, Salikung dan Kumap” tambahnya.
“Ini (sosialisasi) bersama-sama dengan TRC BPBD dan KPH Tabalong terkait pencegahan dan mitigasi karhutla” pungkasnya.
Diketahui, menurut prakiraan BMKG puncak kemarau di Tabalong berada di bulan Juli hingga September mendatang. (Can)
































































