TANJUNG, kontrasx.com – Untuk kesekian kalinya, Pemkab Tabalong menggelontorkan bantuan alat dan mesin pertanian, benih serta Saprodi pada masyarakat petani Bumi Saraba Kawa.
Tak hannya itu, apresiasi berupa penghargaan juga diberikan pada insan pertanian yang berprestasi.
Bupati Tabalong H Noor Rifani menyatakan bantuan tersebut merupakan wujud komitmennya terhadap masyarakat petani Tabalong yang jumlahnya mencapai 60 persen.
“Bantuan ini merupakan yang kesekian kalinya diserahkan. Sebelumnya awal tahun tadi juga ada. Ini komitmen kami terhadap dunia pertanian Tabalong” ujarnya, Kamis (23/7) siang ssat penyerahan bantuan secara simbolis.
H Fani mengatakan bantuan yang diberikan bukan hanya bersumber dari APBD Kabupaten, namun juga diupayakan dari APBD Provinsi maupun APBN.
Menurutnya, tak hanya dari hulu, Pemkab Tabalong juga mengoptimalkan hilir dari pertanian masyarakat melalui berbagai program, seperti Bela Tani.
“Petani tidak usah khawatir menjual hasil, Pemerintah membelinya dengan harga pasar. Lewat program Rasda dianggarkan Rp 17 miliar. Ada program Bela tani dengan anggaran hampir Rp 2 miliar. Hulu-hilirnya kita kawal” tandasnya.
“Pemda juga menyiapkan pinjaman kredit Tabalong Smart nol persen bunga dan biaya administrasi, hampir Rp 18 miliar kami siapkan untuk petani dan UMKM. Jangan lagi pinjam ke tengkulak atau rentenir” timpalnya.
Ia juga meminta petani untuk lebih giat lagi.
“Petaninya juga harus giat, dengan kolaborasi ini hasilnya akan luar biasa. Semangat petani sudah luar biasa, saya akui itu” ucapnya.
Orang nomor satu di Bumi Saraba Kawa ini juga meminta Penyulu Pertanian untuk terus mendampingi dan membantu para petani serta berharap kesejahteraan petani Tabalong terus meningkat.
Terpisah, Kepala DKPPTPH Tabalong, Fahrul Raji
menyatakan bantuan yang diberikan ditujukan pada Kelompok Tani.
“Alsintan, benih dan Saprodi ini ada yang berasal dari APBD, APBD Provinsi maupun APBN. Ini merupakan usulan dari Pemkab” imbuhnya.
Fahrul menyebutkan apresiasi yang diberikan pada insan pertanian berprestasi berupa uang tunai, nominal paling banyak Rp 15 juta.
Ia juga mengucapkan terimakasih atas perhatian dan dorongan dari pemimimpin daerah terhadap dunia petanian. (Boel)

































































