TANJUNG, kontrasx.com – Anak-anak TK Golden Star Kids begitu sumringah saat bermain ke kantor BPBD Tabalong.
Kunjungan anak-anak tersebut untuk mengenal dan memberikan kesadaran terhadap kebencanaan sejak dini.
Pengenalan dan edukasi kebencanaan tersebut langsung disampaikan Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi.
“Hari ini kita lakukan edukasi dan simulasi kepada anak-anak dari TK Golden Star Kids. Peserta total 300 kita bagi 2 tahap (sama besok hari)” ujarnya, Selasa (19/9).
Haris menuturkan dalam kegiatan itu, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai pengetahuan dasar mengenai kebencanaan.
“Mulai dari upaya pencegahan hingga tindakan awal yang harus dilakukan ketika bencana terjadi” tuturnya.
Ia menyampaikan untuk materi disampaikan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan agar pesan tentang keselamatan dapat diterima dengan mudah.
“Tidak hanya teori, edukasi juga dikemas secara interaktif melalui media visual, simulasi sederhana, serta metode bermain sambil belajar. Anak-anak diajak mengenali langkah-langkah penyelamatan diri ketika menghadapi situasi darurat” jelasnya.
Ia ingin melalui kegiatan tersebut dapat membentuk karakter anak yang tanggap terhadap bencana.
“Dengan mengenalkan bencana sejak dini, anak-anak tidak hanya belajar mengenali ancaman tetapi juga belajar bagaimana mengurangi dampak resiko bencana, bersikap tenang, melakukan tindakan awal, dan menyelamatkan diri dengan benar ketika bencana terjadi” bebernya.
“Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun budaya sadar bencana di Kabupaten Tabalong” timpalnya.
Haris menjelaskan edukasi kebencanaan tidak cukup hanya diberikan kepada masyarakat dewasa tapi perlu diperkenalkan sejak anak-anak agar budaya sadar bencana dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Pengenalan kebencanaan sejak usia dini merupakan langkah penting untuk membentuk generasi yang tanggap dan siap menghadapi bencana” terangnya.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana. Karena itu, kolaborasi antara BPBD dan lembaga pendidikan, khususnya PAUD dan TK, perlu terus diperkuat.
“Edukasi kebencanaan di usia dini juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan. Pengetahuan yang diperoleh anak dapat diterapkan dan diteruskan melalui lingkungan sekolah maupun keluarga” pungkasnya. (Can)

































































