TANJUNG, kontrasx.com – Tak hanya kasus perceraian yang ramai di momen tertentu, angka pernikahan juga ada momen ramainya, naik drastis di banding bulan-bulan lainnya.
Hal tersebut diakui Pengadministrasi Umum Bimas Islam Kemenag Tabalong, Zainurrahman.
Zainur mengungkapkan dalam satu tahun biasanya bulan yang ramai pasangan melakukan pernikahan ada di bulan Dzulhijjah.
“Bulan yang ramai dilangsungkan pernikahan biasanya bulan Haji, ini yang paling ramai. (Kenaikannya) mencapai 50 hingga 70 persen” ujarnya pada kontrasx.com, baru-baru ini.
Ia mengatakan faktor ekonomi juga berpengaruh terhadap tingkat pernikahan.
“Faktor ekonomi, sudah bekerja, kemapanan juga mempengaruhi tingkat pernikahan” imbuhnya.
“Begitu pula saat harga karet bagus, pendaftaran pernikahan juga tinggi, secara ekonomi lebih nyaman” sambungnya.
Dari data Kemenag Tabalong, setidaknya terhitung dari tahun 2019, jumlah pernikahan yang dilangsunggkan dalam satu tahun tidak pernah kurang dari 1.500. (Boel)































































Alhamdulillah.