TANJUNG, kontrasx.com – Meski sudah memiliki keterampilan dan ijazah, untuk bekerja di perusahaan yang ada di Tabalong tetap susah.
Hal tersebut ramai diperbincangkan dan dikeluhkan masyarakat Tabalong di media sosial.
Bahkan, menurut mereka meski ijazah dan keterempilan sudah dimiliki tanpa ada “ordal” (orang dalam) kesempatan untuk bisa diterima bekerja tetap susah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani angkat bicara.
H Fani mengatakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah untuk menghapus peran “ordal” adalah dengan melaksanakan Job Fair.
“Kita berupaya, misal lewat job fair, untuk menghapusnya. Job fair kan terbuka, artinya dilaksanakan terbuka (perekrutan karyawan tidak ditutup-tutupi)” bebernya pada kontrasx.com, kemarin.
“Kami harapkan demikian dengan perusahaan, kalau melaksanakan penerimaan karyawan terbuka, bersama-sama (libatkan Pemda melalui Disnaker). Tidak “kucing-kucingan” ini untuk menghapus ordal” timpalnya.
Ia menilai kalau ada keterbukaan dan persyaratannya jelas serta dilakukan terbuka tanpa ada yang di tutup-tutupi pelan-pelan hal tersebut akan berkurang.
“Kalau ada, sampaikan, nanti kita beri pemahaman perusahaan bahwa tenaga terampil di Tabalong sudah mumpuni” imbuhnya.
Menuruutnya tenaga terampil yang di surung (diajukan) sudah layak juga untuk dipekerjakan.
“Beri pelatihan supaya percaya diri, tidak kalah sebelum bertanding, tidak menyerah duluan” katanya.
H Fani pun bersyukur perusahaan yang ikut Job Fair tadi banyak.
“Alhamdulillah perusahaan banyak yang ikut, ke depan akan terus ditingkatkan” ucapnya. (Boel)






























































