TANJUNG, kontrasx.com – Usai jadi salah satu kandidat sekolah rujukan Google (KSRG), SMPN 1 Tanjung mulai gencar menerapkan pembelajaran via teknologi.
Pembelajaran melalui teknologi ini jadi salah satu pelecut meningkatnya antusias belajar siswa di SMPN 1 Tanjung.
Tak hanya siswa, penerapan pembelajaran melalui teknologi ini juga membuat mudah tugas para guru.
Hendra, Guru Matematika di SMPN 1 Tanjung menyampaikan pembelajaran kepada siswa ini melalui perangkat Google yaitu Classroom.
“Mulai dari materi, absen, tugas, nilai siswa dan hasil ulangan sudah terekam disitu. Kalau sewaktu-waktu mau melihat tinggal buka classroom dan download” ucapnya.
Ia menyampaikan ada dua ruang kelas yang disiapkan dilengkapi 60 buah laptop untuk menggunakan fitur-fitur yang ada di Google.
“Ini jenjang kelas 7 total murid 60 orang. Kelas ini yang menerapkan kelas digital, mereka full menerapkan teknologi Google” ujarnya.
Sementara itu, Heni, Guru IPA menambahkan tak hanya 2 kelas tersebut penerapan pembelajaran berbasis teknologi, kelas lainnya juga dilaksanakan hal serupa.
“Untuk kelas lain itu menggunakan handphone siswa, disana juga menggunakan fitur Google” katanya.
Ia menyatakan melalui pembelajaran ini menjadi siswa lebih semangat belajar dan memahami materi dengan baik.
“Siswa lebih tertarik dengan menggunakan media digital serta pemahaman siswa lebih terbuka dan fokus. Bagi guru ini mempermudah semua kegiatan sudah terekam jadi tinggal melihat” bebernya.
Dikesempatan sama, Waka Kurikulum SMPN 1 Tanjung, Dewi Mayang Sari menerangkan adaptasi menggunakan fitur Google ini tidak begitu lama.
“Adaptasi tergantung fitur yang digunakan, ini kita kenalkan pelan-pelan fiturnya ke siswa” terangnya.
Dewi menyampaikan tidak hanya di pembelajaran, Raport siswa juga kini sudah beralih ke digital.
“Ulangan kita menggunakan Google, kemudian itu sudah e-raport semua kelas” ucapnya.
Terpisah, Kepala SMPN 1 Tanjung, Sopaidi menyebut dalam penerapan ini, sekolah sudah memiliki beberapa guru yang sudah terlatih menggunakan fitur-fitur Google.
“Kita masuk Kandidat Sekolah Rujukan Google ini karena 30 persen gurunya sudah lulus di level 1, dan itu syaratnya. Kemarin ada 12 orang yang dikirim mengikuti pelatihan” sebutnya.
Sopaidi mengatakan untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi pihaknya juga sudah melengkapi jaringan pendukung.
“Jaringan Alhamdulillah sudah ada, dari kami dan Kominfo” katanya.
Ia pun berharap kedepan pihaknya dapat mengikuti kelanjutan KSRG yang naik tingkat menjadi Sekolah Rujukan Google (SRG).
“Harapan semua dewan guru itu nanti akan mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan persyaratan untuk memenuhi kriteria sekolah rujukan Google” pungkasnya. (Can)































































