TANJUNG, kontrasx.com – Desi Suryanti Noor Rifani menyambangi PAUD Darut Tahfidz di Jalan Padat Karya, Kelurahan Pembataan.Senin (14/7).
Kedatangannya tersebut untuk melihat peserta didik di PAUD Darut Tahfidz yang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di hari pertama masuk sekolah.
Hj Desi selaku Bunda PAUD Tabalong datang bersama rombongan disambut hangat anak-anak dan para wali murid serta guru.
Tak hanya mengunjungi dan melihat aktifitas MPLS, Ia juga membagikan bingkisan kepada para siswa berupa peralatan sekolah dan makanan.
“Hari ini 14 Juli 2024 kegiatan MPLS sceara resmi dibuka oleh Bunda Paud Tabalong. Jadi pertama diawali di PAUD Darut Tahfidz” ucap Kabid Paud dan Dismas Disdikbud Tabalong, H Akhmad Syamsi.
Syamsi menyampaikan tidak hanya di PAUD Darut Tahfidz, Bunda PAUD Tabalong juga akan kembali mengunjungi sekolah lainnya yang ada di Bumi Saraba Kawa.
“Mungkin besok beliau (Bunda PAUD) akan ada kunjungan ke TK-TK lain dan hari ini di sini untuk pertamanya” ujarnya.
Sama seperti di PAUD Darut Tahfidz juga menyerahkan bantuan berupa satu unit laptop dan alat permainan edukatif.
Sementara itu, Kepala PAUD Darut Tahfidz, Annisa Zumaidah menjelaskan pihaknya mempunyai jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain dan tempat penitipan anak (TPA).
“Kami disini mendidik anak-anak mulai dari usia dua tahun sampai tujuh tahun dengan pembelajaran hafalan, shalat dhuha, mengaji serta pembelajaran Deep Learning” jelasnya.
Annisa menuturkan peserta didiknya berjumlah 65 orang yang masing-masing 25 orang TK A dan TK B, 7 orang kelompok bermain dan 8 orang TPA.
“Itu termasuk peserta didik yang baru dan ada dua anak hebat. Kami di sini total guru ada sembilan orang dan semuanya honor” tuturnya.
Ia menyebut kegiatan MPLS dihari pertama dimulai dengan perkenalan guru dengan peserta didiknya lainnya.
“Alhamdulillah semua peserta didik yang baru sudah aktif dan berani tampil” jelasnya.
MPLS ini direncanakan akan berlangsung selama dua minggu dengan kegiatan pengenalan lingkungan ruangan kelas, pengenalan alat permainan luar dan dalam.Kemudian makan bubur bersama dengan melibatkan seluruh orang tua peserta didik, tour mini untuk pengenalan lingkungan di sekitar sekolah seperti tempat ibadah.
“Setelah itu MPLS kelas, jadi peserta didik belum difokuskan dengan pembelajaran dan kami arahkan anak-anak untuk beradaptasi dengan lingkungan baru” tukasnya. (Can)































































