Tanjung, kontrasx.com – Ada 19 ribu pelaku usaha UMKM di Tabalong sampai tahun 2025 yang selama ini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dan penggerak ekonomi lokal yang tangguh disegala krisis.
Dari 19 ribu pelaku UMKM di Tabalong yang terbanyak bergerak di sektor kuliner.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Tabalong, Syam’ani kepada wartawan di sela sela mengunjungi festival kuliner UMKM pada Rabu (20/8).
Namun menurutnya UMKM menghadapi berbagai tantangan seperti masih banyaknya pelaku UMKM khususnya pedagang tradisional yang menghadapi tekanan dari keberadaan ritel modern yang memiliki skala besar dan sistem distribusi yang efisien,
Selain itu masih banyak UMKM yang sulit mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.
“Belum lagi di era digital sebagian UMKM belum mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk pemasaran, pencatatan keuangan dan pengembangan produk” papar Syam’ani.
Produk UMKM imbuhnya, sering kali hanya beredar di pasar lokal belum mampu menembus pasar regional dan nasional secara konsisten.
Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani menegaskan Pemkab sangat konsern dalam membantu UMKM dan sampai saat ini belum ada masuk ke Tabalong ritel modern.
“Kalaupun misalnya nanti ada ritel modern karena adanya aturan kita akan tetap melakukan kolaborasi dengan UMKM” tandasnya.
Bupati kembali menegaskan kalau pihaknya ingin memberdayakan UMKM dan menjadikan UMKM pemain di kabupaten Tabalong.
“Lima tahun kedepan UMKM akan benar benar kita berdayakan dan menjadi pemain di kabupaten Tabalong” tandasnya.(na)






























































