TANJUNG, kontrasx.com – Amir (31) warga Pangkalan Kelurahan Hikun jadi korban benang layangan tak bertuan yang melintang dijalan raya protokol Kabupaten Tabalong.
Akibat benang layangan tersebut, jari jempolnya mengalami luka seirus hingga hampir putus. Insiden tersebut terjadi saat Ia pulang bekerja mengantar orderan pelanggannya, Senin tadi.
Amir menyebutkan kejadian tersebut terjadi pukul 17.00 wita di jalan protokol Kabupaten Tabalong persisnya di Kelurahan Sulingan.
“Kejadian di jalan raya daerah Sulingan, itu saya dari Mabu’un mau pulang ke rumah arah Tanjung habis mengantar pesanan” sebutnya kepada kontrasx.com, Kamis (11/9).
Ia menjelaskan saat itu tak mengetahui ada benang layangan yang melintang ditengah jalan hingga akhirnya terkena dirinya.
“Saat itu terkena leher masih ada luka goresnya, habis itu saya refleks menahan pakai jari jempol kiri lalu tersayat (benang layangan)” jelasnya.
“Banyak yang berhenti, pengendara lain kena juga tapi motornya saja kena cuma saya yang mengalami luka” timpalnya.
Ia menyampaikan seketika ia pun kaget melihat jari jempolnya mengalami robek.
“Disitu kelihatan tulangnya, kemudian langsung bercucuran darah. Setelah itu saya perlahan berkendara menuju klinik terdekat” ujarnya.
Di klinik ia pun dilakukan pertolongan pertama, hingga akhirnya di rujuk ke rumah sakit swasta di Murung Pudak.
“Saat dirumah sakit kata dokter pembuluh darahnya putus, jadi penanganannya diminta untuk operasi besok harinya” beber Amir.
Amir menuturkan usai dilakukan operasi saat ini jempolnya belum berfungsi seperti semula.
“Jempolnya tidak tahu bisa berfungsi atau tidak kata dokter, makanya nunggu pertemuan selanjutnya. Disuruh konsul minggu depan melihat perkembangannya. Mudah-mudahan bisa bergerak pulih seperti semula” tuturnya.
Ia menyatakan sejak terkena benang layangan hingga penanganan dari dokter jempolnya masih terasa sakit dan saat ini tidak bisa bekerja.
“Iya ini masih ngilu, ini belum bisa beraktifitas tangan kirinya. Kerja juga tidak bisa, sementara istirahat dulu” ucapnya yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online tersebut.
Terkait kejadian yang menimpanya, Ia ingin pihak berwenang bisa mengatasinya.
“Mudah-mudahan pihak berwenang bisa mengawasi, soalnya ini bahaya jangan sampai ada korban lagi” kata Amir.
Sementara, Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo melalui PS Kasi Humas, Iptu Joko Sutrisno mengimbau masyarakat tidak bermain layangan di jalan raya atau dekat aliran listrik.
“Kami juga minta orang tua turut mengawasi anak-anaknya. Bermain layangan boleh, tetapi gunakan benang biasa dan di tempat yang aman” imbaunya.
“Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan. Jangan sampai hobi justru merenggut nyawa” tandasnya. (Can)






























































