TANJUNG, kontrasx.com – KPH Tabalong terus gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Tak hanya pada kegiatan KPH, pihaknya melakukan sosialisasi juga saat ada kesempatan bertemu dengan masyarakat.
“Seperti kemarin acara Musdes di Nalui itu kita sampaikan pada Camat untuk mengingatkan masyarakat untuk menjaga wilayah hutan agar tidak terjadi kebakaran” ujar Kepala KPH Tabalong, Cahyadi Arif, Jum’at (14/8).
Arif menuturkan sebelum musim kemarau pihaknya juga telah melakukan sosialisasi ke Masyarakat Peduli Api (MPA).
“Jauh sebelum masuk musim kemarau kita sudah memastikan ke MPA untuk siap siaga baik terkait sarprasnya maupun SDM-nya untuk menangani apabila terjadi karhutla” tuturnya.
Ia menerangkan tidak hanya sosialisasi, patroli juga getol dilaksanakan petugas KPH Tabalong.
“Patroli sering dilakukan, meski terkendala anggaran tetapi kita tetap melaksanakan. Patroli juga dilakukan bersama rekan-rekan BPBD” terangnya.
Terkait Karhutla, saat ini Tabalong masih dalam kondisi kondusif.
“Kondisi normal saja, kondusif karena belum ada yang cukup besar. Lahan itu luasan terbakarnya itu 1 sampai 1,5 hektar, belum ada yang puluhan hektar” ucapnya.
Meski begitu, Ia tetap menghimbau masyarakat agar menjaga lingkungan terutama hutan supaya tidak terjadi kebakaran.
“Kami menghimbau pada masyarakat Tabalong, mari sama-sama menjaga hutan kita khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan supaya hutan kita bebas dari kebakaran” harap Cahyadi.
Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Tabalong, Aris Setiawan menyampaikan sejak Januari hingga Agustus 2026 pihaknya mencatat ada 28 titik hotspot.
“Untuk hotspot ada 28 titik yang ditemukan, Areal Peruntukkan Lainnya (APL) sebanyak 19 titik, hutan produksi 8 titik dan kawasan hutan lindung 1 titik” ucapnya.
Aris mengatakan untuk di kawasan APL diantaranya Desa Pasar Batu Kecamatan Muara Uya, Desa Kaong dan Desa Pangelak Kecamatan Upau, Desa Pasar Panas Kecamatan Kelua, Desa Santu’un dan Desa Mangkupum Kecamatan Muara Uya serta Desa Kinarum Kecamatan Upau.
Delapan titik api dalam kawasan hutan produksi tersebar di Desa Solan Kecamatan Jaro, Desa Santu’un dan Desa Binjai Kecamatan Muara Uya serta Desa Hegarmanah Kecamatan Bintang Ara.
“Satu titik api terdeteksi dalam kawasan hutan lindung Desa Salikung Kecamatan Muara Uya” katanya. (Can)

































































