TANJUNG, kontrasx.com – Kurangnya jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Bumi Saraba Kawa mendapat atensi serius dari Ketua Komisi ll DPRD Tabalong.
Ketua Komisi ll DPRD Tabalong, H Winarto mengungkapkan peran PPL sangat penting dalam dunia pertanian.
“Peran Penyuluh sangat penting untuk mendampingi kegiatan pertanian. Tanpa didampingi, kita khawatir segala kegiatan pertanian tidak terarah, tidak mencapai target yang diharapkan” ungkapnya pada kontrasx.com, kemarin.
Menurutnya dengan adanya penyuluh kegiatan pertanian bisa lebih terarah. Petani bisa didampingi mulai dari penyuluhan teknologi pertanian, pengelolaan hama dan penyakit, termasuk pemupukan.
Politikus yang sebelumnya juga sudah pernah menjadi anggota Parlemen di Bumi Saraba Kawa ini pun menegaskan pihaknya setiap kali melakukan rapat selalu menyuarakan hal ini.
“Tiap kali rapat kita suarakan, silakan respon Pemda seperti apa, ini sangat penting. Kami juga berharap Pemda jangan berdiam diri dengan kondisi ini” tegasnya.
“Sejauh manapun kita push, kalau tidak ada political will dari Pemda, ya tidak jalan. Tugas kami memberi masukan, kritik dan saran pendapat untuk perbaikan daerah. Kebijakan terakhir ada di tangan pemangku kepentingan, dalam hal ini Kepala Daerah” timpalnya.
Terpisah, Plt Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan dan Hortiklultura (DKPPTPH) Tabalong sekaligus Kabid Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Rahman Effansyah
menyampaikan keseluruhan PPL di Tabalong, yang terdiri dari Tenaga Harian Lepas (BHL), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan Aparatur Sipil Negara (ASN), berjumlah 80 orang.
“Jumlah penyuluh baik BHL, PPPK dan ASN totalnya 80 orang. Tahun ini akan pensiun 4 orang” jelasnya.
Menurutnya jumlah ini perlu ditambah karena masih kurang.
“Kalau mau 1 Desa 1 Penyuluh, masih kurang 51 orang. Sedang jumlah Desa/Kelurahan kita ada 131, perlu tambahan” ucapnya.
Rahman mengungkapkan saat ini satu penyuluh ada yang melayani beberapa Desa sekaligus.
“Ada penyuluh yang melayani 3 sampai 4 desa, tentu pembinaannya kurang efektif” katanya. (Boel)






























































