Tanjung, kontrasx.com – Keamanan pangan menjadi harga mati dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Guna memastikan setiap hidangan yang sampai ke tangan siswa aman dan bermutu, BPOM di Kabupaten Tabalong menggelar koordinasi intensif bersama lintas sektor dan puluhan Kepala Sekolah Dasar, Jumat (19/12).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong, Hj Hamida Munawarah selaku Ketua Satgas MBG, perwakilan Kodim 1008, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta jajaran terkait lainnya. Sebanyak 45 peserta, termasuk 30 Kepala SD Negeri dan Swasta, berhimpun untuk menyamakan persepsi demi suksesnya program nasional ini.
Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, aspek keamanan pangan bukan sekadar pelengkap, melainkan prioritas utama. Program MBG menuntut pengawasan yang berkelanjutan dan terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.
“Tujuan utama kita adalah meningkatkan pemahaman terkait keamanan pangan dan menjaring masukan lapangan. Kita menargetkan zero kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan dalam pelaksanaan MBG di Tabalong,” tegas Kepala BPOM Tabalong,Taufiqurrohman, S.Si., M.A.B dalam pertemuan tersebut.
Dalam mendukung program ini, BPOM menjalankan tiga peran krusial, pertama Pengembangan Kapasitas dengan memberikan pelatihan keamanan pangan bagi para pelaksana program.
Kedua pengawasan ketat yaitu melakukan audit pada bahan baku pangan olahan, sarana produksi, hingga proses distribusi makanan ke penerima manfaat dan yang ketiga mitigasi risiko dengan terlibat aktif dalam penanganan cepat jika terdapat dugaan kasus keracunan pangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong menekankan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada kolaborasi. Dengan keterlibatan TNI (Kodim 1008), Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan, pengawasan akan dilakukan secara berlapis mulai dari dapur produksi hingga meja makan siswa.
Melalui pengawasan yang terintegrasi ini, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya mampu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberikan rasa aman bagi orang tua murid di Kabupaten Tabalong. (rel)






























































