980 Jiwa Terdampak Banjir di Haruai
TANJUNG, kontrasx.com – Banjir akibat luapan sungai Tabalong dalam beberapa hari ini telah merendam banyak rumah warga.
Diperkirakan luapan sungai Tabalong karena intensitas curah hujan yang tinggi, kejadian ini hamper berulang disetiap tahunnya terutama saat musim hujan seperti sekarang ini.
Namun ada juga kekuatiran banjir karena adanya aktifitas tambang batubara di beberapa tempat di Tabalong.
Anggota DPRD Tabalong Dapil Utara, Mursalin yang ditemui saat melihat kondisi banjir di Desa Hlong Kecamatan Haruai pada Senin (29/12) mengungkapkan kekuatiran yang dirasakan masyarakat.
Ia mengungkapkan adanya aktifitas tambang di bagian atas (hulu sungai) yang berpotensi menambah parah kondisi banjir.
“Yang dikhawatirkan masyarakat adanya tambang di bagian atas, itu kemungkinan akan memperparah keadaan. Ini isu strategis yang dilontarkan warga” tukasnya.
Mengatasi dampak dari banjir seperti di desa Halong RT 01 ini menurutnya hanya merelokasi warga ke tempat yang tidak terdampak banjir.
“Solusinya cuma relokasi. Namun di satu sisi masyarakat sudah terbiasa hidup di bantaran sungai” katanya.
Menurutnya kondisi banjir ini tidak begitu banyak dikeluhkan warga karena sudah biasa dengan kondisi seperti ini.
“Banjirnya tidak separah tahun-tahun sebelumnya, jadi tidak begitu menjadi keluhan” ujarnya.
“Cuma ada keluhan rumah warga yang ditinggalkan kosong, penghuninya sedang mengikuti haulan (di Martapura) perlu dibongkar apa tidak (untuk menyelamatkan isi rumah dari banjir), itu saja” sambungnya.
Terpisah Camat Haruai, Mulyadi menuturkan diwilayahnya ada tiga Desa yang sempat terkena banjir yakni Desa Halong, Nawin dan Bongkang.
“Saat ini kondisi banjir sudah mulai berangsur surut. Penurunannya sudah hampir satu meter” bebernya pada kontrasx.com.
Meskipun sudah berangsur surut, kondisi air masih cukup tinggi dan ada titik banjir di jalan raya yang tidak bisa dilewati kendaraan roda dua.
“Kedalaman air masih sampai pinggang, kalau kemarin malah sampai 1,5 meter. Untuk akses jalan sudah bisa dilewati kendaraan roda 4, kalau roda 2 masih tidak bisa” jelasnya.
Ia mengatakan pasokan bantuan baik dari Pemda maupun pihak swasta sudah masuk ke wilayah terdampak banjir.
“Bantuan sudah masuk, dapur umum juga ada dua buah. Semua sudah tercover, ini berkat kerjasama semua pihak” imbuhnya.
Dari data yang disampaikan Camat Haruai, tercatat ada 980 jiwa atau 574 KK yang terdampak banjir di 3 Desa tersebut.
Rinciannya, Desa Nawin warga terdampak banjir berada di RT 1, 3, 4 dan 8 dengan jumlah 164 KK atau 345 jiwa.
Desa Halong warga terdampak di RT 1, 2 dan 4 dengan jumlah 270 KK atau 205 jiwa.
Sedang di Desa Bongkang warga terdampak ada di RT 2 dan 3 dengan jumlah 140 KK atau 430 jiwa. (Boel)






























































