TANJUNG, kontrasx.com – Setelah melanda sejumlah wilayah Utara dan Tengah di Bumi Saraba Kawa, banjir luapan sungai Tabalong bergeser ke wilayah Selatan.
Di sepanjang perlintasan utama yang berada di wilayah Kecamatan Kelua banyak ruas jalan yang sudah tergenang air.
Di Kecamatan Kelua, setidaknya 7 dari 12 Desa terdampak banjir.
Hal tersebut disampaikan Camat Kelua, Fariduddin.
“Ada tujuh Desa yang terdampak yakni Desa Sei Buluh, Paliat, Masintan, Ampukung, Kelurahan Pulau, Telaga Itar dan Desa Pudak Setegal” bebernya pada kontrasx.com, Selasa (30/12) siang saat ditemui diruang kerjanya.
Fariduddin mengatakan kedalaman air bervariasi. “Kedalamannya variasi. Rata-rata dalamnya 20 cm yang menggenangi jalan raya. Kalau rumah ada juga yang tergenang, namun tidak banyak” tuturnya.
Menurutnya karena kondisi tidak terlalu mengkhawatirkan belum perlu diadakan dapur umum.
“Kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan, tidak terlalu dalam, jadi belum perlu ada dapur umum, evakuasi juga tidak ada” jelasnya.
Ia pun menyatakan rumah warga yang terendam banjir tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
“Tidak banyak yang terendam, hanya sepuluhan KK” ujarnya.
Bahkan, sambungnya, sejak siang tadi debit air sudah mulai surut.
“Sudah mulai surut, ada penurunan sekitar 5 cm” imbuhnya.
“Insyaallah kalau tidak ada hujan lagi, sore ini sudah mulai surut airnya” timpalnya.
Disinggung sawah milik warga yang terdampak banjir, Fariduddin mengaku belum menerima laporan baik dari PPL maupun Kelompok Tani.
“Laporan belum ada masuk. Sekarang bukan musim tanam. Banjir ini datang pas setelah panen dan belum masuk waktu tanam” katanya. (Boel)






























































