Habib Taufan : “Satu rumah bisa di isi 3 sampai 4 KK”
Tanjung, kontrasx.com – Ada beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah untuk “memerangi” kemiskinan yang ada di Kecamatan Banua Lawas.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf usai Musrenbang Kecamatan Banua Lawas.
“Untuk mengatasi kemiskinan program utamanya adalah pemberdayaan masyarakat. Sesuai kontur wilayahnya adalah ketahanan pangan” jelasnya, Rabu (04/2).
Menurutnya masih banyak warga yang mengambil upah mengerjakan sawah milik orang lain atau sebagai buruh tani (tidak memiliki lahan sendiri).
“Dengan adanya program cetak sawah baru, bisa menjadi miliknya. Khusus kalangan milineal kita arahkan supaya bisa mandiri” ujarnya.
Apakah lahan sawah cetak baru akan diberikan pada warga yang tak memiliki lahan, Habib Taufan mengatakan disesuaikan dengan regulasi yang ada.
“Kita lihat regulasinya. Kalau lahan tersebut milik negara nanti bisa dibagikan pada masyarakat yang masuk dalam database Silangkar, sangat miskin atau miskin ekstrem. Kita ingin tuntaskan ini dulu, baru ke miskin dan rawan miskin” terangnya.
Ia juga menyebutkan penyebab lainnya angka kemiskinan di Banua Lawas tidak turun-turun karena tidak memiliki rumah.
“Satu rumah bisa di isi 3 sampai 4 KK. Angka kemiskinan salah satunya tidak turun-turun karena tidak miliki rumah” ungkapnya.
“Disiapkan rumah, ada (lahan) pertanian. Ini program yang akan kita laksanakan tahun 2027. Mudah-mudahan infrastrukturnya siap nanti” timpalnya.
Begitu pula terkait kurangnya tenaga Dokter di Banua Lawas, pihaknya akan melakukan penambahan.
“Tenaga medisnya akan ditambah, sesuai kebutuhan di Puskesmas. Untuk perbaikan Puskesmas kita lihat dulu sudah masuk apa belum. Keberadaan RS Kelua terbantu juga Banua Lawas dan wilayah sekitarnya” bebernya.
Terpisah, anggota DPRD Tabalong, Pahmi meminta setiap Desa bisa menentukan usulan prioritas yang sesuai dengan visi-misi Bupati yang menjadi RPJMD, termasuk berkesesuaian dengan RPJMD Provinsi hingga Pemerintah Pusat.
Ia pun menyatakan pihaknya akan mengawal usulan yang disampaikan oleh Desa.
“Ada 15 usulan sangat prioritas, artinya 1 Desa 1 usulan yang utama. DPRD akan kawal, insyaallah terwujud. Berkaca di tahun 2025 banyak infrastruktur (di Banua Lawas) yang terwujud. Ini sinergi kita dengan Eksekutif” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Khairullah.
Menurutnya wilayah Selatan ini memiliki potensi besar di bidang pertanian, perikanan maupun peternakan.
“Prioritaskan bidang pertanian, perikanan maupun peternakan, termasuk UMKM. Ini bagus untuk mendongkrak perekonomian. Saat ini harga ayam, telur, ikan patin misalnya bagus berkat keberadaan MBG” tukasnya. (Boel)































































