TANJUNG, kontrasx.com – Pemerintah Kabupaten Tabalong menggelar forum lintas perangkat daerah di Gedung Pusat Informasi Pembangunan, Rabu (04/3).
Forum ini membahas terkait penyusunan rencana kerja (Renja) dan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2027.
Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf menyampaikan penyusunan terkait hal tersebut harus dilakukan secara serius dan penuh tanggung jawab.
“Perencanaan yang kita susun harus berbasis data, memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Jangan sampai program yang dirancang hanya bersifat rutinitas tanpa memberikan dampak yang jelas” ucapnya.
Habib Taufan menyebut dalam kerangka visi Tabalong SMART RKPD Tahun 2027 harus menjadi instrumen untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, pembangunan sumber daya manusia yang unggul, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan transparan.
“Kami berharap melalui forum ini akan lahir rumusan program yang berkualitas, terarah, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat Kabupaten Tabalong” sebutnya.
Ia mengingatkan agar seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan menghilangkan ego sektoral.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi harus melalui sinergi, kolaborasi dan saling mendukung” pintanya.
Selain itu, setiap program juga harus memiliki indikator kinerja yang terukur dan fokus pada hasil, bukan sekadar pada besarnya anggaran yang terserap.
“Di sisi lain, kita juga harus realistis dengan kemampuan keuangan daerah, sehingga program yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat” tandas Habib Taufan.
Sementara itu, Kepala Bapperida Tabalong, Arianto menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk sinkronisasi program dan kegiatan sebagai upaya penyelarasan kerja antar perangkat daerah agar tidak terjadi tumpang tindih.
“Serta memastikan adanya keterpaduan dalam mendukung prioritas pembangunan daerah” jelasnya.
Arianto juga mengakui hal ini dilakukan agar menjamin keterkaitan perencanaan.
“Sehingga keterhubungan perencanaan antar sektor di pemerintahan saling mendukung dan terintegrasi” tukasnya.
Ia berharap forum ini dapat menghasilkan perencanaan yang terintegrasi dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
“Sehingga pembangunan di Kabupaten Tabalong dapat dilaksanakan dengan apa yang diharapkan” pungkasnya. (Can)































































