TANJUNG, kontrasx.com – Menanggapi aduan masyarakat Desa Masukau Kecamatan Murung Pudak terkait dugaan pencemaran di sungai Jaing, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabalong menurunkan personilnya.
Kepala DLH Tabalong, Erfin Nirza Siregar menuturkan berdasarkan laporan masyarakat, pihaknya menurunkan tim pemantau.
“Semalam (Rabu, 4 Februari) sudah diturunkan tim pemantau, berdasarkan laporan masyarakat, berdasarkan (nomor) WA yang terbuka untuk laporan masyarakat, kami tindaklanjuti dengan pemantauan pengambilan sampel air” bebernya pada kontrasx.com, Kamis (05/4).
Erfin mengatakan sampel air harus diambil secepatnya supaya keadaan menggambarkan kejadian pada saat itu.
“Hasilnya (uji laboratorium) belum keluar” imbuhnya.
Ia mengaku belum mengkonfirmasi sampel air yang diambil akan diuji di laboratorium DLH saja atau dikirim ke laboratorium lain yang besertifikasi.
“Belum konfirmasi, tapi biasanya di laboratorium kita dulu sebagai data awal, tapi kalau kita lihat agak berat akan dikirim ke laboratorium yang besertifikasi” jelasnya.
Erfin menyatakan waktu yang dibutuhkan untuk menguji sampel tersebut tidak sampai berminggu-minggu.
“Kami belum dapat laporannya, tanda terima laporan belum kami dapat. Saya rasa tidak sampai berminggu-minggu. Tergantung parameter yang diperiksa” ujarnya.
“Item yang diperiksa fisik dan kimia, tapi saya belum tahu berapa paramater yang diperiksa” sambungnya.
Atas kejadian tersebut Erfin juga menyatakan tim dari DLH sudah menelusuri penyebab warna sungai Jaing coklat kehitaman.
“Kemarin sudah ditelusuri. Siang ini dirapatkan dengan tim yang menyelusuri. Kemarin sore tim sudah laporan” pungkasnya (Boel)































































