TANJUNG, kontrasx.com – Tahun 2026, musim kemarau diprediksi akan panjang dan berdampak pada terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.
Berdasarkan keterangan BMKG, terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dikhawatirkan semakin meningkat.
Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat lahan gambut maupun hutan menjadi sangat rentan terbakar, bahkan hanya dengan percikan api kecil.
Ancaman kemarau panjang dan dampaknya ini pun turut jadi atensi Polres Tabalong.
Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo melalui PS Kasi Humas, Iptu Heri Siswoyo mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Selain membahayakan lingkungan, tindakan tersebut juga dapat menimbulkan dampak serius seperti kabut asap, gangguan kesehatan, hingga kerugian ekonomi” ujarnya, Jum’at (3/4).
Heri pun menegaskan apabila terdapat pelaku pembakaran hutan maka pihaknya akan menindak tegas.
“Pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku” tandasnya.
Ia meminta masyarakat untuk lebih peduli dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran liar di wilayahnya.
“Upaya pencegahan ini menjadi kunci utama agar bencana karhutla dapat diminimalisir” ucapnya.
Ia mengatakan peran aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan bebas dari kebakaran.
“Mari bersama kita jaga hutan dan lahan demi masa depan yang lebih baik, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan terbebas dari kabut asap” kata Heri. (Can)































































