JAKARTA, kontrasx.com – Pemerintah Kabupaten Tabalong mulai menseriusi transformasi pengelolaan sampah dari sistem kumpul-buang menjadi sistem bernilai ekonomi sirkular. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Tabalong, H. M. Noor Rifani, saat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (10/4).
Fokus utama peninjauan ini adalah mempelajari mesin pemilah otomatis dan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF)—sebuah inovasi yang mengubah sampah anorganik menjadi bahan bakar alternatif berkualitas tinggi.
Bupati yang akrab disapa H. Fani ini menilai, teknologi RDF sangat relevan diterapkan di Bumi Sarbakawa. Pasalnya, Tabalong memiliki ekosistem industri yang siap menyerap produk hilirisasi sampah tersebut.
“Produk RDF ini memiliki peluang pemanfaatan yang jelas. Di daerah kita sudah ada PT MSW, PT TPI, hingga PT Conch. Mereka bisa menjadi mitra penyerap bahan bakar alternatif ini,” ujar H. Fani optimis.
Selain RDF untuk kebutuhan industri, pengolahan sampah organik di fasilitas tersebut juga menghasilkan kompos yang diproyeksikan dapat menyuplai kebutuhan sektor pertanian dan pertamanan di Tabalong.
Penerapan teknologi modern ini diharapkan mampu memangkas volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan. Namun, lebih dari sekadar urusan kebersihan, H. Fani membidik potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil olahan sampah.
“Kami berharap penerapan teknologi seperti ini memberikan nilai tambah ekonomi yang berpotensi mendukung peningkatan PAD,” tambahnya.(rel)































































