TANJUNG, kontrasx.com – Dampak kabut asap dari hutan dan lahan yang terbakar sudah dirasakan masyarakat Kabupaten Tabalong dalam beberapa bulan terakhir.
Terhitung sejak bulan April tadi, masyarakat Tabalong yang terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) jumlahnya mencapai ribuan orang.
Meskipun demikian, penderita Ispa ini belum terhitung parah dan masih bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau di Puskesmas.
Hal tersebut ditegaskan Kasi Survelans dan lmunisasi Dinkes Tabalong, Budi Gunawan.
“Penderita hanya rawat jalan, semuanya tertangani. Hampir tidak ada penderita parah” ungkapnya pada kontrasx.com, Selasa (29/9) di ruang kerjanya.
Budi mengatakan penderita Ispa mulai dari Balita dibawah lima tahun hingga lanjut usia (lansia).
Dari data yang dihimpun Dinkes Tabalong, terhitung sejak bulan April hingga Agustus 2026 tercatat ada 12.121 kasus Ispa.
Sedang di bulan September tercatat di minggu pertama warga terdampak Ispa berjumlah 680 orang, minggu kedua 582 orang dan minggu ketiga 649 orang.
Selama 5 bulan tersebut (April-Agustus) masyarakat terdampak lspa terbanyak dari kalangan Dewasa dengan jumlah 4.698 orang, disusul Balita dengan jumlah 3.076 orang.
Terdampak Ispa ketiga terbanyak adalah Anak-Anak dengan jumlah 1.557 orang, urutan keempat Remaja sebanyak 1.399 orang, Lansia 917 orang dan urutan terakhir Balita dibawah lima tahun sebanyak 474 orang.
Dari 5 bulan itu, kasus tertinggi terjadi di bulan Agustus dengan jumlah penderita Ispa sebanyak 3.216 orang, disusul bulan Juni sebanyak 3.079 orang. (Boel)

































































