TANJUNG, kontrasx.com – Setelah masa kontrak PT Tanjung Power Indonesia (TPI) di lahan milik daerah berakhir, pengelolaannya akan diambil alih oleh PT Perusahaan Listrik Negara alias PLN.
Hal tersebut terungkap saat kunjungan komisi ll DPRD Tabalong ke kantor PT TPI dan MSW.
Ketua Komisi ll DPRD Tabalong, H Winarto menjelaskan dalam kerjasama antara PLN dan TPI selama 25 tahun berakhir, pengelolaannya akan diambil alih oleh PLN atau menjadi milik negara.
“Ternyata dalam proses kerjasama pemanfaatan ini pihak TPI bekerjasama dengan PLN selama 25 tahun. Ini sudah jalan tahun ke-5, nanti 20 tahun mendatang pengelolaannya diambil alih oleh PLN atau milik negara” ungkapnya pada kontrasx.com, Jum’at (16/10).
Menurut Winarto, informasi ini tidak pernah terekspose ke publik.
“Ini tidak pernah terekspose, masyarakat kita banyak tidak tahu” tandasnya.
Politikus gaek ini pun menegaskan pihaknya akan memanggil PT PLN maupun pihak PT TPI.
“Akan kita panggil, jangan sampai ada kekecewaan masyarakat. Ini lahan milik daerah, nanti akan dikelola PLN, nanti itu menyusahkan kita” tukasnya.
Ia membandingkan pesoalan ini dengan Dana Bagi Hasil Daerah (DBH) yang dititipkan di pemerintah pusat yang sulit diambil sekarang ini.
“Sekarang saja DBH kita yang di titip ke pusat sulit mengambilnya, (pada hal) punya kita sendiri. Apalagi ini nanti dikelola PLN” bebernya.
“Bisa tidak itu diserahkan ke daerah karena PLN itu milik negara, ini jadi tanda tanya besar bagi kita, sejauh mana juga daerah dilibatkan” timpalnya.
Terpisah, Operation Departement Head PT MSW, Zulkifli Bastiandi tak menampik informasi tersebut.
Zulkifli menyampaikan setelah 25 tahun beroperasi PT TPI akan menjadi “milik” PLN.
“Ini untuk Independent Power Producer (IPP), hal ini berlaku di seluruh Indonesia” katanya.
Ia menerangkan hal ini merupakan salah satu bentuk kontrak kerjasama antara swasta dan pemerintah.
“Biasanya disebutkan dalam perjanjian bahwa setelah sekian tahun maka fasilitas tersebut akan diserahkan pada PLN. Tadi disebutkan (oleh perwakilan PT TPI di dalam forum) setelah 25 tahun, terhitung sejak beroperasi” pungkasnya. (Boel)
































































