TANJUNG, kontrasx.com – Kadar zakat fitrah tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di kabupaten Tabalong telah ditetapkan.
Penetapan ini ditandai dengan edaran bersama tentang kadar zakat fitrah 1446 Hijriah atau tahun 2026.
Kadar zakat fitrah ini ditetapkan berdasarkan hasil survei beras di kabupaten Tabalong serta merupakan hasil rapat bersama antara Kemenag, MUI, Baznas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta KUA Se-Tabalong pada 18 Februari tadi.
Dalam edaran tersebut, ditetapkan untuk zakat fitrah dengan beras minimal 2,7 kilogram atau 3,5 liter perjiwa.
Selanjutnya, zakat fitrah dalam bentuk uang diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan jenis beras yang dikonsumsi masyarakat.
| Kategori Beras | Jenis Beras | Besaran Uang (Per Jiwa) |
| Kelas I | Unus Pulut, Unus Mutiara, Unus Mayang, & sejenisnya | Rp 60.000 |
| Kelas II | Rojo Lele, Mayori, Paus, Pandan Wangi, & sejenisnya | Rp 55.000 |
| Kelas III | Siam Pandak, Karang Dukuh, Lantik, Lungkong, Kardil, & sejenisnya | Rp 45.000 |
| Kelas IV | Ciherang, Impari, IR, Bulog, & sejenisnya | Rp 40.000 |
Tidak hanya menetapkan kadar zakat fitrah, dalam edaran itu juga mengatur untuk besaran nilai Fidyah, dimana berdasarkan SK Baznas Kalimantan Selatan Nomor 10 Tahun 2024 adalah senilai Rp. 40.000 per jiwa per hari dan dengan beras adalah 750 gram per jiwa per hari.
Kepala Kemenag Tabalong, H. Sahidul Bakhri membenarkan edaran penetapan kadar zakat fitrah tersebut.
“Iya (benar) edaran Tabalong” katanya ketika dihubungi kontrasx.com, Kamis (5/3).
Sahidul menyampaikan bahwa edaran tersebut sudah disosialisasikan.
“Alhamdulillah sudah (disosialisasikan)” ucapnya.
Ia berharap ketetapan ini menjadi panduan agar pelaksanaan zakat di Tabalong berjalan tertib, seragam, dan sesuai syariat, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh mustahik (penerima zakat) tepat pada waktunya. (Can)































































