TANJUNG, kontrasx.com – Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Tabalong untuk “menghidupkan” pasar Agribisnis yang berada di Desa Kembang Kuning Kecamatan Haruai sejak dibangun beberapa tahun lalu.
Namun, upaya tersebut hingga sekarang masih belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Tabalong, Soleh, mengakui pihaknya sementara ini kesulitan mengumpulkan para pedagang atau pengepul sayur di pasar tersebut.
“Keterbatasan tempat itu (pasar Agribisnis) tidak tersentra. Pengumpul berasal dari Barabai, Amuntai maupun dari Kalteng, ini yang agak susah dikumpulkan” bebernya pada kontrasx.com, kemarin.
Soleh mengungkapkan untuk sementara waktu pasar Agribisnis tersebut akan dimanfaatkan untuk hal lain.
“Dari pada tidak berfungsi, tempatnya kumuh dan disalahgunakan, untuk sementara waktu akan dijadikan rest area” ujarnya.
Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan salah satu pihak swasta yang bersedia menngelolanya.
“Ada salah satu pihak swasta yang bersedia mengelola untuk dijadikan rest area. Nanti kalau memang ke depannya ada aktifitas perdagangan lagi bisa kita masukkan ke bagian belakang, masih ada yang kosong” jelasnya.
Menurutnya saat ini beberapa bagian fisik pasar tersebut mulai dibenahi.
“Bagian yang rusak sudah mulai diperbaiki, termasuk mushalanya juga dibersihkan” imbuhnya.
Soleh memperkirakan bulan depan rest area tersebut sudah mulai dioperasikan.
“Mudah-mudahan bulan depan sudah mulai beroperasional” pungkasnya.
Diketahui, pasar Agribisnis di Kembang Kuning ini didirikan tahun 2021 lalu dengan harapan menjadi tempat berkumpulnya petani komoditas Hortikultura dan para pengepul untuk melakukan transaksi ataupun menjadi sentra komoditas hasil pertanian khususnya di wilayah Utara Tabalong.
Pembangunan pasar tersebut menelan anggaran sebesar Rp 5 miliar. (Boel)






























































