BEKASI, kontrasx.com – Bupati Tabalong lr HM Noor Rifani melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi.
Hal ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis di bidang pelatihan vokasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Tabalong dengan didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, Hadi Ismanto.
Dalam kunjungan tersebut, H Fani meninjau secara langsung sejumlah program pelatihan unggulan yang dilaksanakan BBPVP Bekasi, di antaranya pelatihan barista, pembuatan roti, pembuatan kue dan cookies, serta pengolahan makanan komersial.
Selain keterampilan produksi, peserta pelatihan juga dibekali kemampuan penyajian produk dan teknik pengemasan, sehingga mampu memenuhi standar kebutuhan pasar kerja dan industri.
Program pelatihan di BBPVP Bekasi juga menunjukkan komitmen terhadap inklusi sosial, dengan melibatkan peserta penyandang disabilitas yang turut memperoleh kesempatan pengembangan keterampilan secara profesional.
H. Fani pun menyampaikan apresiasi atas kualitas pelatihan yang dilaksanakan di BBPVP Bekasi serta menyatakan ketertarikannya untuk segera menjalin kerja sama.
“Kami tadi sudah melihat langsung pelatihan barista, chef, dan pembuatan roti yang benar-benar profesional. Bahkan sampai pada tahap penyajian juga diajarkan. Ini merupakan kebutuhan pasar saat ini” ungkapnya, Jumat (24/4).
“Kami sangat tertarik dengan program yang ada di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi ini. Mudah-mudahan kerja sama dapat segera dilakukan agar anak-anak Kabupaten Tabalong juga dapat memperoleh kesempatan yang sama” sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa rencana kerja sama ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemkab Tabalong dalam memperkuat implementasi program SMaRT Tabalong 15.000 Tenaga Terampil, yang bertujuan menyiapkan generasi muda Tabalong menjadi tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di dunia industri.
Melalui kerja sama tersebut, diharapkan pelatihan vokasi yang terstruktur dan berbasis kebutuhan industri dapat mendorong lahirnya SDM unggul dan UMKM mandiri, serta membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat Tabalong, baik di dalam maupun di luar daerah.
“Insya Allah kerja sama ini akan segera kami tindak lanjuti. Harapannya, melalui pelatihan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, akan tercipta UMKM yang mandiri dan tenaga kerja terampil dari Kabupaten Tabalong” tegasnya.
Sebagai salah satu dari enam Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas milik Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, BBPVP Bekasi memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan pelatihan kerja sejak berdiri pada tahun 1985 dengan nama CEVEST, dan hingga kini terus berperan sebagai pusat peningkatan kompetensi tenaga kerja nasional berbasis kebutuhan industri.
Inisiasi kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret percepatan peningkatan kualitas SDM Kabupaten Tabalong sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja daerah di tingkat regional dan nasional. (Rel)






























































