TANJUNG, kontrasx.com – Efek kenaikan harga BBM jenis Pertamax mulai terpantau di
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mabuun.
Pengawas SPBU Mabu’un, Irwin Sahrianadi mengakui semenjak pengumuman kenaikan BBM jenis Pertamax tadi malam, konsumen bahan bakar ini mengalami pengurangan.
“Dampaknya konsumen Pertamax berkurang, namun konsumen Pertalite mengalami peningkatan” jelasnya, Rabu (10/6) siang di area SPBU Mabuun.
Irwin mengungkapkan konsumen Pertalite naik sekitar 30 persen per hari ini.
“Konsumen pertalite bertambah, meningkat sekitar 30 persen dibanding hari kemarin. Terbanyak kendaraan roda empat” jelasnya.
Ia menuturkan bagi pengguna kendaraan roda empat ada ketentuan untuk mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite.
“Harus menggunakan QR subsidi, pengisian untuk sementara dibatasi 20 liter per unit setiap kali mengisi” ujarnya.
“Kalau untuk pengisian Pertamax full standar” sambungnya.
Irwin mengatakan saat ini stok Pertamax dan Pertalite di SPBU Mabuun masih aman.
“Stok Pertamax dan Pertalite aman, pasokan lancar” imbuhnya.
Ia juga menghimbau agar masyarakat Tabalong tak perlu panik atas kondisi ini.
“Tak perlu panik, stok di SPBU Mabuun masih aman, mudah-mudahan sampai akhir bulan” katanya.
Irwin menerangkan kenaikan BBM ini diumumkan terhitung mulai pukul 00.00 tadi malam.
“Yang naik Pertamax saja. BBM jenis lain harganya tetap, tidak berubah. Pertamax Turbo, Dexlite, dan BBM bersubsidi harganya tetap” terangnya.
Ia menyebutkan kenaikannya sekitar Rp 4.100, dari harga Rp 12.900 menjadi Rp 17.000. (Boel)

































































