TANJUNG, kontrasx.com – Memastikan makanan yang dijual di pasar bebas dari bahan tambahan zat berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tabalong rutin melakukan pemeriksaan di pasar-pasar.
Baru-baru ini, pihak BPOM menyambangi Pasar Bangkit di Kelurahan Jangkung.
Tim pengujian BPOM Tanjung, Winda mengatakan pihaknya rutin melaksanakan pemeriksaan ke pasar-pasar tradisional.
“Tiap bulan kita keliling ke pasar-pasar di wilayah Tanjung, Balangan, HSU dan HST, bergiliran sesuai hari pasar. Tidak hanya memeriksa sampel makanan, kita juga memeriksa ada apa tidak penjual yang tidak memenuhi ketentuan ” terangnya pada kontrasx.com.
Di pasat Bangkit Jangkung, beberapa makanan di ambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan.
“Sampel yang diambil diantaranya pentol, ikan teri, kue, beberapa jenis kerupuk karena dicurigai ada yang menambahkan obat, jadi kami ambil sebagai sampling” bebernya.
Winda menyebutkan kandungan berbahaya yang mereka periksa yakni Borax, Formalin dan Rodamin.
“Hasilnya, setelah kita lakukan uji tidak ada yang mengandung bahan berbahaya” ujarnya.
Ia menerangkan pemeriksaan zat berbahaya tersebut di sampel makanan tidak membutuhkan waktu lama, hasilnya sudah bisa diketahui.
“Pemeriksaan hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Sampel di sampling, dilarutkan dengan aquades, kemudian dihancurkan, langsung bisa di deteksi dengan menggunakan rapid” ungkapnya.
Winda menuturkan dari hasil “keliling” pasar, yang cukup sering mereka temukan memiliki kandungan berbahaya adalah jenis cumi-cumi.
“Yang cukup sering ditemukan cumi-cumi di formalin. Kalau ikan asin buatan lokal tidak ada mengandung bahan tambahan berbahaya, pembuatannya masih tradisional” pungkasnya. (Boel)
































































