WTANJUNG, kontrasx.com – Debit air sungai Tabalong yang menjadi bahan baku utama
PT Air Minum Tabalong Bersinar (AMTB) Perseroda mengalami penurunan.
Kemarau yang sudah berlangsung hampir dua bulan ini menyebabkan debit air sungai berkurang signifikan.
Plt. Dirut PT AMTB, Anshari Fachmy menyampaikan meski debit air sungai Tabalong menurun, namun belum berdampak pada jumlah produksi.
“Meski kemarau dan debit air menurun, alhamdulillah khususnya di wilayah perkotaan pasokan air tidak ada masalah” ungkapnya pada kontrasx.com, Sabtu (19/8).
Anshari mengungkapkan sebelum memasuki musim kemarau, pihaknya sudah melakukan antisipasi.
“Di wilayah perkotaan beberapa bulan lalu sudah kita lakukan antisipasi, misalnya Instalasi Pengolahan Air di Belimbing, embungnya kita dalami beberapa meter karena terjadi penumpukan lumpur” jelasnya.
Begitu juga di beberapa cabang yang menggunakan sistem Ponton sudah pihaknya beri himbauan.
“Sebelum kemarau kita juga sudah menghimbau Kepala Cabang agar memperhatikan lokasi ponton agar jangan sampai kekeringan” ujarnya.
Masalah utama di Listrik, bukan di debit air
Anshari menegaskan kembali kalau hingga saat ini debit air meski mengalami penurunan tak menimbulkan masalah.
“Soal debit air aman, yang jadi masalah adalah listrik. Ketika air mau sampai listriknya mati” bebernya.
Ia menerangkan walau pihaknya memiliki jenset namun dari jenis lama dan kapasitasnya sudah tidak sesuai.
“Jenset ada, tapi jenis lama. Dengan kapasitas yang ada sekarang sudah tidak mampu. Ada beberapa di intake, tapi tidak mampu menyalakan semua pompa” ucapnya.
“Misalnya ada 5 pompa, jenset hanya mampu mengoperasikan 2 pompa, ini untuk produksi. Kalau untuk distribusi jensetnya rusak” sambungnya.
Meskipun demikian pihaknya sedang menyusun Studi Kelayakan untuk pengadaan jenset.
Di sisi lain, ia mengaku cukup khawatir apabila harus menggunakan jenset.
“Operasional akan naik, takutnya nanti akan berimbas pada kenaikan tarif air. Ini yang kita khawatirkan” tuturnya.
Anshari menyebutkan air leding kerap mati khususnya saat awal bulan lalu dimana tingkat mati lampu juga sering.
“Yang parah pas di awal-awal, sekarang sudah cukup lancar” tukasnya. (Boel)
































































