TANJUNG, kontrasx.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tabalong resmi meluncurkan empat inovasi daerah terbaru.
Keempat inovasi yang diperkenalkan meliputi LAPOR PAK TABALONG (Laporan Data Pengunjung Wisata Kabupaten Tabalong), SPIRIT (Sport, Youth & Tourism), DS-iBARANG (Digital Smart Inventory Barang), dan SI-FOLDER (Sistem Informasi Fasilitas Olahraga Daerah).
Seluruh inovasi ini dirancang berbasis analisis kebutuhan riil di lapangan guna mendongkrak efisiensi birokrasi dan mutu pelayanan masyarakat.
Sekretaris Disporapar Tabalong, Dr Katharina Dike Sovia Luci, S.Pd., M.Hum menyebut bahwa empat terobosan digital ini sudah diimplementasikan sepenuhnya.
“Inovasi ini lahir dari evaluasi terhadap kendala pelayanan yang selama ini berjalan manual, kini kita transformasi ke arah digital agar lebih cepat, transparan dan akuntabel” sebutnya.
Katharina menjelaskan untuk inovasi LAPOR PAK TABALONG sukses memangkas birokrasi pelaporan kunjungan wisata yang sebelumnya memakan waktu hingga tiga bulan menjadi hanya satu hari.
“Melalui sistem berbasis digital ini, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor dinas untuk menyerahkan laporan fisik. Dampaknya, tingkat partisipasi pelaporan dari Daerah Tujuan Wisata (DTW) melonjak tajam dari 60 persen menjadi 100 persen” jelasnya.
Sementara itu, untuk kemudahan informasi hadir website SPIRIT yang mengintegrasikan layanan kepemudaan, olahraga, dan pariwisata dalam satu pintu.
“Melalui situs ini, masyarakat bisa mengajukan permohonan layanan hingga menyampaikan aspirasi secara online” ucapnya.
Ia menuturkan untuk di sektor internal, Disporapar meluncurkan DS-iBARANG untuk mendigitalisasi Kartu Inventaris Barang (KIB) yang selama ini rawan salah catat.
Selanjutnya, guna menyudahi carut-marut jadwal ganda peminjaman fasilitas olahraga, Disporapar merilis SI-FOLDER.
Mengandalkan platform WhatsApp Business, masyarakat kini bisa mengecek ketersediaan jadwal GOR, lapangan sepak bola, basket, voli, hingga tenis di kawasan Pembataan dan Tanjung secara otomatis, praktis, dan cepat.
“Melalui integrasi empat inovasi ini, kami optimistis dapat memberikan sumbangsih besar bagi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus membawa Kabupaten Tabalong meraih predikat terbaik dalam ajang IGA 2026” pungkas Katharina. (Can)

































































