TANJUNG, kontrasx.com – BPBD kabupaten Tabalong melaksanakan simulasi pemulihan trauma (trauma healing) pascabencana ke MIN 5 Tabalong, Kamis (10/9).
Simulasi pascabencana yang kali ini melalui pendekatan budaya lokal dikenalkan kepada ratusan siswa kelas 4 – 6 MIN 5 Tabalong.
Kegiatan simulasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi dengan praktek para peserta dievakuasi ke tempat pengungsian menggunakan armada BPBD dan bus Brimob ke tempat pengungsian.
Di pengungsian, anak-anak diberi arahan dan edukasi langsung dari Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Arhan Riyanto Budi Nugroho, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Kalsel di Tanjung, Kompol I Wayan Eka Wijaya dan jajaran BPBD Tabalong.
Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian penanggulangan bencana.
”Biasanya untuk penanganan setelah korban dikumpulkan di titik pengungsian dan dilaksanakan trauma healing, khususnya kepada anak-anak supaya psikologisnya tidak terganggu sebagai akibat dari bencana” ucapnya.
Riyanto menuturkan trauma healing ini diadakan dengan cara permainan dan hiburan agar anak-anak psikologisnya tidak terguncang.
”Ini sifatnya latihan, tetapi bisa diimplementasikan dan dipraktekkan apabila suatu saat ada bencana” tuturnya.
Sementara, Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi menerangkan pada bencana terdapat tiga fase yakni, prabencana, keadaan darurat, dan pasca bencana.
”Kita sudah memasuki pasca serta melakukan simulasi terkait apabila terjadi bencana dan daerah ini merupakan bencana banjir sampai karhutla” terangnya.
Haris menyebut pihaknya juga memberikan edukasi baik kepada siswa hingga guru untuk membaca dan diperlihatkan bagaimana tanda-tanda kebencanaan.
”Apabila terjadi bencana keadaan darurat dan dilakukan pengungsian pada saat pasca, anak-anak kita sudah paham” sebutnya. (Can)

































































