Tanjung, kontrasX.com – Nasrullah, seorang petani karet dari RT 01 Desa Ribang, Kecamatan Muara Uya, merasa sangat gembira ketika hasil panen karetnya dibeli oleh Jurni, SE. Ia bahkan rela menempuh perjalanan ke kediaman Jurni di Desa Nawin, Kecamatan Haruai, demi menjual hasil panennya.
Alasan utamanya adalah harga pembelian karet yang ditawarkan oleh anggota legislatif senior tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga di tempat lain.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya Jurni membeli karet di kampung sebelah, selain harganya mahal timbangannya pun bagus,” ungkap Nasrullah.
Jurni, SE, menyatakan bahwa pembelian karet dari petani merupakan salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga karet.
“Pandangan kami, dengan jadi pembeli karet kami bisa ikut menstabilkan harga,” ujarnya.
Terlebih lagi, pembelian ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan. “Kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan ini semakin meningkat, semoga dengan kami ikut membeli hasil karet ini masyarakat dapat terbantu,” kata Jurni.
“Ini bentuk upaya kami agar semua petani bisa berlebaran dengan penuh rasa bahagia,” tambahnya.
Jurni anggota DPRD Tabalong lima periode yang dikenal dengan julukan “Papikat Banua,” memastikan bahwa ia akan selalu hadir di setiap lapisan masyarakat, terutama para petani karet.
Harga pembelian karet hari ini berkisar antara Rp 13.500 hingga Rp 14.200 per kilogram, tergantung pada kualitas karet yang dijual. Ia berharap harga karet akan tetap stabil hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Can)






























































