TANJUNG, kontrasx.com – Sebuah rekaman berdurasi 36 detik memperlihatkan salah satu pasien di Rumah Sakit Umum Daerah H Badaruddin Kasim (RSUD HBK) Maburai mengeluhkan layanan difasilitasi kesehatan tersebut.
Dalam video yang viral beredar luas di media sosial itu menunjukkan pasien mengeluhkan tidak dilayani oleh pihak rumah sakit.
Di video tersebut, sang pasien menyatakan dirinya berada di rumah sakit mulai pukul 04.00 subuh namun tidak mendapatkan pelayanan.
Tak hanya viral, video tersebut pun ramai menjadi perbincangan masyarakat Tabalong. Di kolom komentar, tak sedikit nitizen mengeluhkan bagaimana kulitas layanan rumah sakit milik daerah ini.
Plt Direktur RSUD HBK, Setyawan Andri Wibowo angkat bicara terkait peristiwa tersebut.
Setyawan menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi lantaran miskomunikasi antara petugas rumah sakit dan pasien.
“Iya, tadi pagi (Sabtu) tanggal 12 April 2025 di Rumah Sakit Haji Badaruddin Kasim itu ada kendala miskomunikasi antara karyawan dengan masyarakat atau pasien yang datang ke rumah sakit” ucapnya saat ditemui kontrasx.com, Sabtu (12/4) sore.
Setyawan menuturkan miskomunikasi ini terjadi saat antrian membludak lantaran kunjungan pasien meningkat pasca libur lebaran.
“Sekitar pukul 06.00 wita masyarakat sudah hadir, setelah pukul 07.00 wita pintu dibuka oleh karyawan, masyarakat langsung mendatangi meja customer service” tuturnya.
Ia menerangkan saat itulah salah satu pasien merasa tidak dilayani oleh pihak rumah sakit.
“Beliau ada dua nomor antrian, pertama untuk beliau ke penyakit dalam dan sudah terlayani. Kebetulan beliau juga mengantrikan untuk istrinya ke poli saraf ini yang terjadi miskomunikasi” terangnya.
Ia menjelaskan miskomunikasi terjadi saat petugas sedang memperbaiki surat kontrol untuk istri si pasien.
“Surat kontrolnya itu kita perbaiki, ketika kita masih menyelesaikan beliau bilang tidak dilayani. Padahal setelah itu kita tambahkan dan kita layani” jelas Wawan, sapaan akrabnya.
Wawan juga menyatakan di akhir pekan ini jam praktek rumah sakit hanya berkisar 5 jam, karena BPJS menghitung 1 pasien membutuhkan waktu 6 menit.
“Berarti ada 50 pasien yang masuk dalam daftar. Hari ini ada 56 pasien termasuk istri si pasien tadi, walaupun tak masuk kouta tapi tetap dilayani. Beliau pun tadi sudah selesai mendapatkan pelayanan” ujarnya.
Terkait peristiwa tersebut, pihaknya pun sudah berkoordinasi dan meminta maaf kepada pasien atas miskomunikasi tersebut.
“Alhamdulillah saya hubungi terus diterima di rumah beliau, setelah kita komunikasi memang ada miss komunikasi” ucap Wawan.
Menanggapi peristiwa ini, Wawan pun akan terus meningkatkan pelayanan untuk menunjang kenyamanan para pasien.
“Tadi adalah terkait keramahan, ini akan dilakukan perbaikan-perbaikan yang akan kita lakukan terus, selanjutnya terkait antrian kebetulan nanti mulai hari Senin kami uji coba pakai SIM RS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) baru itu ada anjungan mandiri kita sediakan ada juga antrian online, jadi masyarakat tidak perlu lagi datang subuh-subuh” bebernya.
Ia mengharapkan dengan hadirnya anjungan akan mengurai masalah antrian.
“Kalau mau datang bisa juga, masyarakat bisa membawa kartu BPJS, KTP, bisa namanya saja atau rekam medik yaang tercatat di rumah sakit. Nanti di anjungan mandiri akan didampingi petugas kami jadi masyarakat tidak perlu khawatir” tukasnya. (Can)






























































