Tanjung, kontrasx.com – Malam sunyi di Desa Hapalah, Kecamatan Banua Lawas mendadak terusik oleh aktivitas HR (51) yang menangkap ikan menggunakan alat setrum.
Aksi HR warga Desa Tambak Sari Panji, Kabupaten Hulu Sungai Utara itu terjadi pada Rabu dini hari (30/04).
Kegelisahan akan praktik penangkapan ikan ilegal yang merajalela telah menumbuhkan kesadaran kolektif. Bersama Polsek Banua Lawas di bawah kepemimpinan IPTU Gigih Sutanto, patroli dan pemantauan rutin gencar dilakukan.
Ibarat pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat, sesekali jatuh juga. Usaha HR akhirnya terendus dan ia pun berhasil diamankan oleh warga sebelum sempat melarikan diri.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui PS. Kasi Humas IPTU Joko Sutrisno, mengapresiasi sinergi apik antara warga dan kepolisian.
“Penangkapan ini adalah bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan perairan kita,” ujarnya.
Praktik menyetrum ikan memang bukan sekadar persoalan mengambil hasil alam secara instan. Lebih dari itu, dampaknya merusak ekosistem dalam skala besar. Bukan hanya ikan dewasa yang menjadi korban, tetapi juga bibit-bibit ikan kecil dan biota air lainnya ikut meregang nyawa. Sumber makanan alami dan telur-telur ikan pun tak luput dari sengatan listrik, mengancam keanekaragaman hayati dan keberlangsungan populasi ikan di masa depan. Ironisnya, pelaku sendiri pun tak luput dari bahaya, mengingat risiko tersengat listrik saat melakukan aksinya.
Kini, HR harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia telah diamankan di Polres Tabalong beserta barang bukti berupa satu unit perahu kayu dan alat setrum ikan yang menjadi ‘senjata’ ilegalnya.
Penangkapan ini menjadi angin segar bagi warga Banua Lawas dan sekitarnya, sebuah harapan bahwa upaya menjaga kelestarian sungai dan isinya akan terus membuahkan hasil. Kisah ini menjadi pengingat, bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama, dan ketegasan aparat serta kesadaran masyarakat adalah kunci untuk menghentikan praktik-praktik perusakan lingkungan. (rel)






























































