Meski tengah dalam tren koreksi, emas diprediksi bakal rebound dalam waktu dekat dan bahkan menguat signifikan di akhir tahun. Momentum koreksi ini bisa dimanfaatkan investor dengan tetap memperhatikan risiko yang mengikuti.
Sejak awal tahun, data Trading Economics menunjukkan emas spot dunia sudah mengalami peningkatan harga hingga 20,8%. Dalam empat bulan pertamanya pada tahun 2025, emas spot berkali-kali mencapai rekor tertinggi, dengan yang terbaru di level US$ 3.494 per ons troi pada 22 April lalu.
“Hal ini mengingat prospek jangka menengah emas masih positif seiring ekspektasi penurunan suku bunga dan potensi risiko geopolitik yang belum sepenuhnya hilang,” lanjut Tiffani dikutip dari kontan.co.id.
Research & Development PT Trijaya Pratama Futures Alwy Assegaf juga bilang hal serupa. Selagi harga melambung dalam beberapa waktu lalu, banyak yang melakukan pembelian emas. Nah, koreksi saat ini baiknya ditanggapi dengan lebih mawas karena pada dasarnya emas memang investasi jangka panjang.
“Emas itu bukan investasi satu – dua bulan. Bagi yang sudah punya ditahan dulu, yang belum punya dan berniat membeli sebaiknya tidak masuk semua. Dalam artian, portofolio dibagi bertahap,” papar Alwy pada (2/5).
Memang, menurut Perencana Keuangan Agustina Fitria, break even point alias titik impas yang memastikan nilai investasi tak merugi untuk instrumen emas berada dalam waktu tiga tahun. Jadi secara keseluruhan, emas memang cocoknya untuk mempertahankan nilai alias menabung.
“Sebaiknya tetapkan dulu mau investasi untuk jangka waktu berapa lama. Kalau untuk waktu kurang dari tiga tahun, lebih baik jangan emas. Kecuali, memang tujuannya trading,” jelas Agustina, Jumat (2/5).
Selain itu, Agustina mengimbau, pemilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko, besaran modal, dan pemahaman investor akan produk yang dipilih serta risiko yang menyertai. Namun secara keseluruhan, portofolio investasi baiknya dibuat beragam.
“Ada dalam bentuk likuid seperti reksa dana dan emas, ada yang bisa memberikan passive income seperti deposito, obligasi, saham, dan properti,” imbuh Agustina.
Di luar itu, Alwy memproyeksi harga emas dunia masih akan meningkat, dengan target US$ 3.500 per ons troi pada tengah tahun dan US$ 3.700 per ons troi pada akhir tahun. Sementara untuk logam mulia emas Antam, katanya cenderung mendekati level psikologis atas di Rp 2.000.000–Rp 2.500.000 per gram.































































