TANJUNG, kontrasx.com – Diperkirakan, Tabalong sudah memasuki musim kemarau atau musim panas.
Hal tersebut diutarakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong, Haris Fakhrozi.
“Perkiraan iklim dan cuaca yang disampaikan BMKG; kadang cerah, berawan, mendung dan hujan karena kondisi alam” jelasnya pada kontrasx.com, kemarin.
” Diperkirakan kita sudah memasuki musim kemarau atau musim panas, tapi anomali cuaca masih ada hujan-hujannya” sambungnya.
Ia pun mengakui kondisi seperti ini bisa juga disebut kemarau basah.
Haris menyebutkan puncak kemarau diperkirakan terjadi di rentang Juni hingga Agustus.
“Puncak kemarau diperkirakan terjadi di bulan Juni hingga Agustus” imbuhnya.
Ia menyampaikan secara nasional sudah dilaksanakan apel kesiapsiagaan menghadapi bencana Karhutla.
“Di Tabalong kita akan rapat koordinasi dulu” katanya.
Disatu sisi menurutnya hujan yang terjadi saat kemarau terkadang bukan karena dari alam, melainkan modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB.
“Saat kemarau hujan di laut bisa dipindah ke darat. Saat musim penghujan, hujan di darat bisa di geser ke laut” tukasnya. (Boel)






























































