Tanjung, kontrasx.com – Upaya serius untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengatasi kemiskinan di Kabupaten Tabalong sedang digalakkan dengan mendorong petani agar bisa panen padi dua kali dalam setahun.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus mengurangi angka kemiskinan yang selama ini terkonsentrasi di daerah tersebut.
Bupati Tabalong, H. M. Noor Rifani, menyatakan bahwa wilayah selatan menjadi basis kemiskinan di Tabalong karena petani setempat hanya panen sekali dalam setahun.
“Setelah dipelajari, masyarakat di selatan masih bergantung pada satu kali panen per tahun. Kami ingin pendapatan petani meningkat agar kesejahteraan mereka lebih baik,” ujar Bupati usai menghadiri panen buah melon di Desa Pugaan, Sabtu (28/6).
H Fani sapaan akrab Bupati mengatakan untuk mendukung target tersebut, Pemkab Tabalong telah menyiapkan sejumlah program, di antaranya Perbaikan Irigasi dengan mengadakan ekskavator amfibi untuk memperbaiki saluran irigasi di wilayah selatan.
“Kami minta dukungan dari kepala desa agar program ini berjalan lancar. Dengan irigasi yang baik, petani bisa menanam padi dua kali setahun,” jelas Bupati.
Infrastruktur jalan juga akan dibangun untuk memudahkan distribusi hasil pertanian. Namun, Bupati meminta persoalan hibah tanah diselesaikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat segera dimulai.
Dari sisi permodalan petani dan pelaku UMKM di Tabalong dapat mengakses kredit tanpa bunga melalui program Tabalong Smart dengan plafon hingga Rp10 juta, tanpa biaya administrasi.
“Ini solusi untuk petani dan UMKM yang membutuhkan modal,” tegas Rifani.
Bupati menegaskan bahwa Pemkab Tabalong akan mengalokasikan anggaran terbesar untuk sektor pertanian, mengingat 60% penduduknya bekerja sebagai petani.
Dengan langkah-langkah ini, Bupati berharap ketahanan pangan di Tabalong semakin kuat, sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat, terutama di wilayah selatan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan. (na)































































