Tanjung, kontrasx.com – Meramaikan perdagangan di pasar tradisional pada era maraknya e commerce menjadi tantangan yang tidak ringan di Tabalong.
Banyak pasar yang semakin hari semakin sepi baik pedagang maupun warga yang datang ke pasar untuk mencari kebutuhan sehari hari terlebih sekarang banyak warga yang berjualan sayur mayur dan sembako di kios kios pinggir jalan.
Tercatat ada 28 pasar di Tabalong yang di bawah kewenangannya pemerintah daerah, lima diantaranya adalah pasar besar yakin pasar Tanjung, Mabu’un, kelua, Muara Uya dan pasar Kapar.
Selebihnya adalah pasar yang ada di desa desa seluruh Tabalong, Pemkab Tabalong sendiri rencananya akan melakukan revitalisasi pasar terutama yang ada di desa untuk meningkatkan perekonomian desa.
Meskipun bukan pekerjaan ringan, Kepala Bidang Pengembangan dan Pengendalian Sarana Perdagangan Diskopukmperindag Tabalong, H Eko Fiftadi mengatakan pengembangan pasar tradisional masih relevan saat ini.
“Pasar basah masih menjadi favorit bagi warga kita di Tabalong bukan hanya diperkotaan tapi juga di desa desa” ujarnya saat ditemui di kantornya pada Jum’at pagi (22/8).
Pasar basah yang dimaksudnya adalah pasar yang menjual aneka ikan dan sayur mayur di pasar jenis ini masih paling banyak dikunjungi warga, terlebih ini juga sangat mendukung dengan kegemaran warga Tabalong dalam mengkonsumsi ikan.
Diakuinya pasar yang menjual kain, pakaian dan lainnya paling tertekan dalam kondisi sekarang ini.
Pendekatan budaya juga dilakukan pihaknya dalam mengembangkan pasar di Tabalong salah satunya dengan tidak membuat pasar tertutup atu punya dinding keliling.
“Kita bikin yang terbuka ini karena budaya kita dalam berdagang lebih suka kalau dagangannya bisa dilihat oleh pengunjung demikian juga sebaliknya” jelasnya.
Strategi ini terbukti “berhasil” ia mencontohkan saat pemindahan pasar Wirang yang tidak terlalu jauh dari lokasi awalnya tapi karena yang meminta dipindah pedagang ikan dan sayur maka pedagang yang lain juga ikut pindah.
“Padahal jaraknya tidak sampai satu kilometer dari pasar asalnya, ini karena pasar basah menjadi favorit warga” jelasnya lagi.
H Eko masih optimis pasar di Tabalong masih bisa dikembangkan untuk peningkatan ekonomi warga, asal semua dilakukan dengan cara yang tepat termasuk mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan para pedagang dan pembeli di pasar tersebut. (na)































































