Rahadian : Sudah ada tim yang dibentuk
TANJUNG, kontrasx.com – Polemik atas ketidakpuasan masyarakat Desa Wayau atas kinerja Perangkat Desa-nya masih terus berlanjut.
Teranyar, puluhan warga dari berbagai RT mengadakan rapat.
Tokoh muda Desa Wayau, Nanang mengatakan pada hari Selasa 30 September warga kembali mengadakan pertemuan.
“Hari Selasa kemarin tokoh-tokoh perwakilan dari beberapa RT mengadakan pertemuan membahas aspirasi warga yang hingga kini masih belum ada penyelesaian” ujarnya pada kontrasx.com, Kamis (01/10) siang.
Nanang menyatakan ada beberapa poin tuntutan warga yang belum tersentuh dari pihak-pihak terkait.
“Ada kesan dibiarkan berlarut-larut tanpa ada kejelasan” tandasnya.
Ia menyebutkan poin yang belum terselesaikan tersebut yakni proyek penerangan kolam di RT 04, proyek penghancuran atau pemusnahan Gedung PKK yang masih layak pakai, proyek gedung aula pertemuan yang menyerap angaran sekitar Rp 400 jutaan, termasuk Video yang beredar tentang bagi-bagi uang dalam mobil yang dilakukan oleh beberapa Aparat Desa Wayau.
“Perwakilan tokoh-tokoh masyarakat juga akan membuat surat dengan tujuan ke Bupati Tabalong untuk segera menanggapi dan memerintahkan atau merekomendasikan kepada pihak-pihak terkait seperti Inspektorat, Kejaksaan ataupun Kepolisian” timpalnya.
Nanang menyebutkan hasil rapat juga menekankan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dari empat point tuntutan tersisa secara bersamaan dan tidak terpisah-pisah seperti kasus pada poin BUMDes yang telah ada hasilnya.
Bahkan, ia menegaskan apabila tidak ada tanggapan jelas dari Bupati pihaknya akan melakukan aksi di depan Kantor orang nomor satu di Bumi Saraba Kawa.
“Apabila dalam jangga waktu yang telah ditetapkan tidak ada tanggapan jelas dari Bupati Tabalong maka akan ada aksi atau orasi selanjutnya yang lebih besar lagi di halaman kantor Bupati” pungkasnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong, Rahadian Noor menyampaikan sudah ada tim yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan di Desa Wayau.
“Semua (persoalan) satu paket. Ada tim yang dibentuk untuk menyelesaikannya” ujarnya via telepon.
Rahadian pun menganggap persoalan yang ada di desa tersebut sudah selesai.
“Semuanya sudah selesai, cuman ada yang menggoreng. Pendampingan juga dilakukan oleh pihak Kejaksaan” ucapnya.
Saat coba konfirmasi pada Kepala Desa Wayau, Masrani lewat telepon seluler, hingga berita ini ditayangkan masih belum ada respon. (Boel)































































Menanggapi..ucpan plt DPMD pa Rahadian… mengenai permslahn diwayau sdh selesai itu hanya ucapan sja…dri mna selsai nya..proyek penerangan lampu msaih belum,, vidio heboh ada pembagian uang dlam mobil oleh beberapa aparat desa… Serta proyek penghancur gedung PKK dan proyek pembangunan aula desa belum di periksa krna bnyak kejanggalan….yg bru diperiksa hanya sarna angkutan BUMDES Trak yg kredit di ambil liseng…dngan temuan kerugian negara 88 jta.