TANJUNG, kontrasx.com – Meski dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 untuk Kabupaten Tabalong dipangkas hingga Rp 1 Triliun, namun di sisi lain masih ada kabar penawar duka meski belum sepadan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tabalong, H Nanang Mulkani menyampaikan dalam tiga tahun terakhir jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik signifikan.
“Dari tahun 2022 hingga sekarang ada kenaikan signifikan, lebih dari Rp 100 Miliar” jelasnya pada kontrasx.com, kemarin.
Nanang mengatakan target PAD tahun 2022 sebesar Rp 180 Miliar dan target di tahun 2025 sebesar Rp 280 Miliar.
“Tahun 2026 di target Rp 298 Miliar. Kami berharap meski tidak sampai Rp 300 Miliar tapi berkaca dari hasil-hasil tahun sebelumnya pasti tercapai, selalu di atas 100 persen” ungkapnya.
Atas capaian di tahun-tahun sebelumnya, dirinya pun terbilang optimis target PAD tahun depan bisa realisasi tembus Rp 300 Miliar.
Ia menuturkan ada tujuh komponen Pajak Daerah terbesar penyumbang PAD Tabalong yakni Reklame, Parkir, pajak air tanah, pajak barang dan jasa tertentu (misal kelistrikan), pajak rumah makan/restoran dan pajak hiburan, PBB serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Komponen utama penyusun PAD adalah dari pajak daerah, ditambah lain-lain pendapatan yang sah, misalnya pendapatan dari perusahaan daerah, jasa giro, bunga, deviden dan kekayaan daerah yang menghasilkan” terangnya. (Boel)






























































