TANJUNG, kontrasx.com – Umat Hindu yang ada di Bumi Saraba Kawa berkumpul di Pura yang ada dikecamatan Upau.
Menyambut Hari Bhuana Purnama ke 5, umat Hindu di Tabalong melaksanakan Piodalan Pura sebelum prosesi persembahyangan bersama.
Guru agama Hindu, Suharsono menuturkan puja wali atau Piodalan merupakan suatu acara untuk membersihkan Pura yang dilakukan oleh seorang Pandita atau Pemangku sebelum upacara puncak persembahyangan bersama.
“Biasanya dilaksanakan bertepatan dengan purnama kelima berdasarkan kalender Hindu” bebernya pada kontrasx.com, Rabu petang (05/11).
Suharsono menyampaikan waktu pelaksanaan kegiatan ini sebenarnya fleksibel.
“Pelaksanaannya fleksibel, yang jelas tidak boleh lewat dari perhitungan kalender tadi. Jatuhnya dilaksanakan setiap satu tahun sekali” ungkapnya.
Ia mengatakan secara umum Piodalan Pura ini bertujuan untuk membersihkan area Pura.
“Dalam Hindu kami meyakini tempat suci harus dibersihkan secara berkala dengan tujuan memberikan vibrasi positif bagi orang-orang yang akan melaksanakan persembahyangan” jelasnya.
Suharsono berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini bisa meningkatkan slada dan bakti umat hindu sehingga keimanan mereka ada perubahan secara spiritual kearah perbaikan mental.
Ia menyebutkan umat yang akan mengikuti persembahyangan berasal dari berbagai kecamatan seperti Jaro, Muara Uya, Upau maupun kota Tanjung.
Terpisah, Camat Upau, Agustian mengatakan Piodalan Pura ke 35 ini menunjukkan kebersamaan umat Hindu.
“Ini suatu kebersamaan yang bagus” katanya.
Agustian juga menilai kebersamaan umat hindu patut diacungi jempol baik dalam kegiatan kemasyarakatan, sosial maupun pemerintahan.
“Kami kalau diundang selalu berusaha hadir” imbuhnya.
Mengingat Pura yang ada di Upau merupakan satu-satunya Pura yang ada di Tabalong, ia berharap ada perhatian lebih dari Pemda. (Boel)






























































