Tanjung, kontrasx.com – Penyematan medali terakhir telah usai, api obor Porprov Kalsel 2025 resmi dipadamkan. Namun, bagi Kontingen Tabalong, gelaran pesta olahraga regional itu menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Meski dihujani bonus dan insentif yang menggiurkan, Tabalong gagal melejit dari zona tengah-bawah klasemen.
Ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi, malam tadi, Tabalong harus puas finis di posisi ke-9 dari total 13 kabupaten/kota yang bertanding.
Hasil ini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, ada peningkatan dari Porprov sebelumnya, tetapi di sisi lain, ini adalah kegagalan mencapai target yang dicanangkan Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, yaitu finish di posisi tiga besar.
Pencapaian 149 medali yang terdiri dari 31 Emas, 50 Perak, dan 68 Perunggu ternyata belum cukup untuk mendongkrak Tabalong ke papan atas.
Pemerintah Kabupaten Tabalong sebelumnya tak tanggung-tanggung dalam memberikan motivasi. Sebuah “guyuran bonus” yang signifikan dan janji beasiswa pendidikan telah diumumkan untuk para atlet yang berhasil meraih medali.
Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Insentif finansial yang melimpah rupanya tidak serta-merta menjadi jaminan kemenangan.
Jika ditarik ke belakang, prestasi Tabalong sebenarnya menunjukkan tren positif.
- Porprov X (2017): Sebagai tuan rumah, Tabalong berhasil membukukan prestasi gemilang dengan posisi 3.
- Porprov XI (2022): Prestasi terjun bebas, hanya berada di peringkat 12 dengan koleksi 10 emas, 23 perak, dan 43 perunggu.
- Porprov XII (2025): Bangkit dengan meraih 149 medali, naik 3 peringkat ke posisi 9.
(na).






























































