Tanjung, kontrasx.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Kabupaten Tabalong mulai merangkak naik.
Pemantauan di Pasar Kapar, Kecamatan Murung Pudak, pada Jum’at (12/12) menunjukkan kenaikan signifikan pada beberapa komoditas.
Ayam ras potong yang biasanya dijual seharga Rp 21.000 per kilogram (kg), kini melonjak menjadi Rp 25.000 per kg. Sementara itu, harga bawang merah telah mencapai Rp 36.000 per kg dari harga sebelumnya yang lebih rendah. Kenaikan juga terpantau pada harga daging sapi dan cabai.
Menanggapi perkembangan harga bahan pokok menjelang libur akhir tahun, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Tabalong sudah langsung turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau stok dan harga.
Pemeriksaan difokuskan pada ketersediaan barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) serta keterjangkauan harganya bagi masyarakat.
“Kami melakukan sidak hari ini dalam rangka antisipasi kenaikan harga yang tidak wajar, terutama menyambut hari besar keagamaan dan Tahun Baru,” jelas Noviana Eredha, Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, Perindustrian, dan Ketenagakerjaan (DKUKMPP) Kabupaten Tabalong.
Berdasarkan hasil sidak pada Rabu (10/12), TPID dan Satgas Pangan menyimpulkan bahwa stok pangan dan bapokting secara keseluruhan dalam kondisi aman dan tersedia di pasar. Namun, mereka mengakui terjadinya kenaikan harga di sejumlah komoditas tertentu, seperti bawang merah, ayam ras, daging, dan cabai.
Kenaikan ini diduga dipicu oleh peningkatan permintaan konsumen yang mulai terjadi jelang periode liburan, serta faktor rantai pasokan dari supplier.
Dalam sidak tersebut, TPID dan Satgas Pangan memberikan himbauan langsung kepada para pedagang. Mereka meminta agar pedagang tidak menaikkan harga secara berlebihan demi menjaga daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
“Kami himbau agar kenaikan harga masih dalam batas wajar. Jangan sampai memanfaatkan momen ini untuk mengambil keuntungan berlebih yang memberatkan rakyat,” tambah Noviana.
Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau pembelian secara panik dan berlebihan. Langkah tersebut justru dapat memicu ketidakstabilan pasokan dan memperparah kenaikan harga.
“Kami pastikan stok pangan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir dan membeli dalam jumlah banyak sekaligus. Lakukan pembelian seperti biasa,” pesan Noviana.
Pemerintah daerah menjamin akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang hingga puncak momen liburan Nataru 2025. (na)































































