TANJUNG, kontrasx.com – Memberi gambaran bagaimana posisi PT Pertamina sebagai Holding sekaligus kondisi “perminyakan” khususnya di Bumi Saraba Kawa, PT Pertamina EP Tanjung Field mengadakan sharing session dengan Persatauan Wartawan Indonesia (PWI) Tabalong.
Field Manager (FM) PT Pertamina EP Tanjung, Charlie P Nainggolan mengatakan sharing session bersama PWI Tabalong merupakan salah satu bentuk koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder.
“Kita selalu berupaya membangun kerjasama dengan seluruh stakeholder, baik Pemerintah Daerah, masyarakat sekitar termasuk media massa” ujarnya, Kamis (15/1).
Charlie juga memberi gambaran bagaimana produksi minyak di Tabalong dan pengirimannya ke Balikpapan.
Ia menuturkan tahun 2025 tadi pihaknya berhasil melampaui target produksi yang ditentukan.
“Tahun 2025 target produksi minyak sebesar 2.010 barel per hari dan berhasil terealisasi sebesar 2.073 barel. Tahun ini kita diberi target 2.100 barel per hari” bebernya.
Charlie mengatakan minyak dari penampungan Manunggul dikirim ke Balikpapan melalui pipa berukuran 20 inch dengan jarak tempuh 232 KM.
“Tugas berat kita disini ada di pemompaan yang tidak ada di tempat lain. Pengiriman ini melalui dua gunung sehingga menyebabkan tekanan pemompaan yang tinggi” jelasnya.
“Pengiriman ini sangat dipengaruhi kondisi curah hujan yang menyebabkan temperatur turun. Kalau temperatur turun maka kondisi minyak (di dalam pipa pengiriman) akan mengental” sambungnya.
Menurutnya, air “sampah” produksi juga tidak bisa dibuang sembarangan, sehingga di injek kembali ke dalam tanah.
Terkait produksi minyak di Tabalong, Charlie mengaku saat ini masih dalam kondisi bertahan.
“Seismik masih terus mencari cadangan. Tahun ini ada tiga program pengeboran di Warukin. Mudah-mudahan lancar dan hasilnya menjanjikan” katanya.
Sementara itu, Sekretaris PWI Tabalong, Nur Ali menyambut positif kegiatan yang digagas oleh pihak PT Pertamina EP Tanjung Field ini.
Ali pun berharap pihak perusahaan plat merah yang beroperasi di Tabalong ini juga semakin transparan dalam berbagi informasi.
“Semakin transparan dan mudah dihubungi maka informasi yang disampaikan pada masyarakat bersifat edukatif dan berimbang” tukasnya. (Boel)






























































