Tanjung, kontrasx.com – Kabupaten Tabalong saat ini berada di persimpangan jalan yang menentukan bagi masa depan kesejahteraan warganya. Di satu sisi, pemerintah kabupaten mencatatkan prestasi gemilang dalam menekan angka kemiskinan secara makro, namun di sisi lain, potret kemiskinan masih menjadi “pekerjaan rumah” (PR) besar di wilayah-wilayah penyangga seperti Kecamatan Banua Lawas.
Dalam Musrenbang RKPD tahun 2027 di Kecamatan Murung Pudak baru-baru ini, Bupati Tabalong, Ir. H.M. Noor Rifani, memaparkan data yang menggembirakan. Secara kolektif, angka kemiskinan di Bumi Saraba Kawa berhasil ditekan hingga menyusut ke angka 4,6% pada tahun ini, turun hampir satu persen dari sebelumnya 5,6%.
“Menurunkan satu persen kemiskinan itu sangat sulit. Tapi alhamdulillah, tahun ini kita bisa turun 0,97%. Jika tren konsisten ini terjaga, insyaallah pada tahun 2029 kita bisa mencapai target nol kemiskinan di Tabalong,” ujar Bupati yang akrab disapa Haji Fani tersebut dengan optimis.
Namun, optimisme di level kabupaten berbanding terbalik dengan realita yang ada di Kecamatan Banua Lawas, Dalam Musrenbang di Kecamatan yang berbatasan dengan HSU pada (4/2) itu terungkap fakta mengejutkan bahwa sebanyak 38% penduduk di Banua Lawas masih terjebak dalam kategori miskin dan sangat miskin.
“Kalau ada 10 orang berjalan di Banua Lawas, tiga di antaranya adalah warga miskin. Ada lebih dari 8.000 jiwa yang masuk kategori miskin, belum termasuk yang rentan miskin,” ungkap Camat Banua Lawas, Arianto.
Ia menyoroti bahwa masalah infrastruktur menjadi akar masalahnya. Jalan protokol yang masih “becek” dan akses jalan usaha tani yang tidak memadai menghambat urat nadi ekonomi warga. Dari 337 usulan yang masuk, mayoritas adalah permintaan perbaikan jalan dan ekstensifikasi lahan pertanian seluas 70 hektare di Desa Hapalah untuk mendukung ketahanan pangan.
Kesenjangan data ini menjadi tantangan bagi Pemkab Tabalong dalam menyusun RKPD 2027. Harapannya, strategi besar H Fani mengenai investasi dan modernisasi dapat langsung menyentuh titik-titik merah kemiskinan seperti di Banua Lawas.
Presidium Majelis Daerah KAHMI Tabalong, Kadarisman mengatakan secara macro penurunan jumlah warga miskin sebuah kabupaten tidak serta merta menurunkan kemiskinan di suatu kecamatan tertentu.
“Bergantung kemudian pada beberapa faktor lainnya, seperti pertumbuhan ekonomi dan angka Gini Rationya” ujarnya.
Menurutnya secara makro pertumbuhan ekonomi sektor tertentu juga menjadi pemicu dalam membantu mengurangi warga miskin.
“Kalau kita melihat angka pada PDRB tentu sektor ekstraktif masih dominan. Secara teori industri ekstraktif bisa berkontribusi pada penurunan angka warga miskin dengan catatan tidak terjadi kebocoran ekonomi atau yang disebut dengan capital outflow” ujarnya lagi.
Ia menjelaskan capital outflow merujuk pada teori ekonomi yang mengkorelasikan setiap pertumbuhan ekonomi bisa mengurangkan warga miskin 1 – 3 persen, dengan catatan ekonomi daerah tidak mengalami kebocoran.
“Pertanyaanya, apakah tenaga kerja di daerah masih banyak yang berstatus fly in fly out atau apakah rantai pasok tidak berbasis pada UMKM, Koperasi atau pengusaha di daerah tapi pada pengusaha nasional. Pertanyaan ini akan menjawab terkait kebocoran ekonomi. Nanti akan ketemu jawaban lainnya antara pertumbuhan ekonomi yang naik tapi tidak diikuti signifikan oleh penurunan warga miskin” beber pria yang akrab disapa Risman ini kepada kontrasx.com.
Lebih jauh Ia menjelaskan Jika kemudian muncul pertanyaan kenapa secara makro warga miskin di Tabalong turun tapi di Kecamatan Banua Lawas justru warga miskin bertambah. Hal itu disebabkan beberapa factor.
“Pertama, ketidaksamaan potensi ekonomi masing-masing kecamatan. Kedua, karena brain drain, yakni fenomena dimana orang orang terpelajar atau pemudanya memilih mencari pekerjaan dan menetap di luar daerahnya, sehingga yang tersisa warga yang tidak lagi produktif sebagai penghuni kampung. Itu memperparah angka kemiskinan. Ketiga, karena kebocoran ekonomi sebagaimana dijelaskan di atas sehingga menciptakan gini ratio yang signifikan pada Kecamatan tersebut” tutupnya. (na)






























































