TANJUNG, kontrasx.com – Kabar akan dilanjutkannya pembangunan embung Jaro 2 di Kecamatan Jaro tentu membawa angin segar bagi masyarakat setempat khususnya dari kalangan petani.
Keinginan untuk bisa menanam padi lebih dari satu kali dalam setahun sudah di depan mata.
Camat Jaro, Mahmud Riyadi mengungkapkan
penyelesaian pembangunan embung yang berada di Desa Nalui tersebut merupakan salah satu usulan yang ada di Musrenbang RKPD tahun 2027.
“Embung ini sudah banyak dipertanyakan warga. Kalau ini bisa terealisasi maka sawah-sawah warga yang ada bukan hanya di satu desa namun di beberapa desa bisa diairi. Artinya desa-desa lain bisa mengikuti jejak Nalui menanam padi 3 kali dalam setahun” bebernya pada kontrasx.com, kemarin.
Mahmud mengatakan bila sarana sektor pertanian dimasyarakat bagus maka otomatis kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat.
Tak hanya itu, keberadaan embung ini juga kedepan akan berdampak positif bagi masyarakat karena berpotensi menjadi objek wisata.
“Saya sudah melihat, pemandangan disekitar embung juga terbilang bagus, ini nantinya bisa jadi objek wisata. Hal ini juga berpotensi menumbuh-kembangkan UMKM yang ada di Jaro” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Tabalong Dapil Utara, Hj Sumiati.
Sumiati menyatakan bila embung tersebut sudah berfungsi para petani bisa panen tiga kali dalam setahun.
“Kecamatan Jaro bisa swasembada beras” tandasnya.
Karena itu ia meminta Dinas PUPR untuk mempersiapkan jaringan irigasi sekunder mengingat embung Jaro 2 sudah 80 persen dalam tahap penyelesaian.
“Begitu embung selesai dibangun oleh pihak Balai Sungai Provinsi, Tabalong sudah siap menyambutnya” imbuhnya.
Terpisah, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Tabalong, Iwan Romaidi membenarkan embung 2 Jaro pengerjaannya akan dilanjutkan kembali oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III.
“Pengerjaan embung tersebut kewenangan Balai Sungai” ujarnya.
Iwan juga menegaskan pihaknya siap menyambut apabila embung tersebut difungsikan dengan menyiapkan jaringan irigasi sekunder.
“Kita siap, bidang SDA memang fokus di saluran sekunder. Kalau saluran tersier dan ke persawahan itu kewenangan Dinas Pertanian (DKPP3)” jelasnya.
Bahkan, menurutnya sejak beberapa tahun lalu pihaknya secara bertahap sudah membenahi saluran sekunder tersebut.
“Kita sempurnakan, bertahap. Dimana ada kerusakan sedikit-sedikit kita rehab” imbuhnya.
Iwan menerangkan, Embung Jaro 2 memiliki dua fungsi, selain sebagai air sawah dan juga sebagai air baku untuk diolah menjadi air bersih. (Boel)






























































