TANJUNG, kontrasx com – Setelah enam hari pengambilan sampel air di sungai Jaing yang airnya coklat kehitaman oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Tabalong, hasil uji laboratorium masih belum diketahui.
Hal tersebut disampaikan Pengawas Lingkungan Hidup DLH Tabalong, Iim M Abdul Wahid.
“Untuk hasilnya masih menunggu, belum keluar. Sesuai SOP mereka (pihak laboratorium), maksimal 14 hari kerja baru keluar hasilnya” jelasnya pada kontrasx.com, Senin (09/3).
Iim menyatakan pihaknya berkomitmen bila hasil uji laboratorium keluar akan diekspose di kantor Desa Masukau.
“Sudah kita koordinasikan dengan pihak desa. Hasil uji lab keluar akan di ekspose di kantor desa Masukau” tegasnya.
Ia mengungkapkan uji laboratorium sampel air dilakukan oleh laboratorium milik DLH Tabalong.
“Laboratorium kami sudah terakreditasi dengan personilnya tersertifikasi” ujarnya.
Menurutnya ada 25 parameter yang pihaknya uji diantaranya Ph air, kekeruhan, DO, MM, Fe, Posfat, Nitrogen, minyak, lemak, amoniak, ecoli dan sulfat.
Iim pun mengaku pihaknya sudah melakukan penelusuran sungai jaing dari hilir ke hulu.
“Untuk sumber pencemarnya kami belum bisa pastikan, cuma berdasar hasil pengamatan visual, bukan uji lab, untuk kekeruhan ada di Jaing bagian tengah, terutama dari sungai Masingai. Warnanya agak coklat” tuturnya.
“Dihulunya Wait dan Jaing hulu kondisinya normal, di Lok Batu kondisinya normal” timpalnya.
Disinggung kemungkinan perubahan warna sungai Jaing yang menjadi coklat kehitaman karena adanya aktifitas pertambangan, Iim tak berani memastikan.
“Kurang tahu, tapi biasanya begitu (karena) pembukaan lahan” katanya.
Ia pun tak menampik bahwa ada aktifitas pertambangan di wilayah hulu sungai Jaing. (Boel)































































