Tanjung, kontrasx.com – Komitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel terus diperkuat oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Tabalong.
Sejalan dengan visi besar Bupati Tabalong dalam program Tabalong SMaRT, Sekretariat DPRD sukses menghadirkan enam inovasi strategis yang menyasar penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan optimalisasi pelayanan publik.
Sekretaris DPRD Tabalong, Ady Fazar menegaskan bahwa peluncuran enam inovasi yang dimulai sejak September 2025 ini merupakan langkah nyata dalam mendukung tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) fasilitasi terhadap pimpinan dan anggota DPRD.
“Pelayanan yang prima kepada pimpinan dan anggota DPRD secara tidak langsung akan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan DPRD kepada masyarakat luas,” ungkapnya.
Dari enam inovasi yang diluncurkan, tiga di antaranya berbasis penguatan sistem manajemen (SOP), sementara tiga lainnya merupakan transformasi digital murni.
Berikut adalah rincian “Enam Pilar Inovasi” Sekretariat DPRD Tabalong:
1. Smart Reses (Standar Manajemen Reses Terpadu) Inovasi ini menata ulang SOP pelaksanaan reses agar lebih seragam. Hasilnya, pokok-pokok pikiran (Pokpir) DPRD kini lebih terkontrol dan selaras dengan program SKPD, sekaligus meningkatkan nilai tata kelola di mata lembaga pengawas seperti BPK dan KPK melalui indikator MCP.
2. SiDina (Sistem Perjalanan Dinas Terpadu) SiDina hadir untuk menutup celah ketidakjelasan aturan dalam mekanisme perjalanan dinas. Dengan regulasi yang lebih tertib dan akuntabel, setiap proses perjalanan dinas kini memiliki payung hukum yang kuat dan transparan.
3. Smart PBJ (Sistem Manajemen & Akselerasi Kompetensi Pengadaan) Menjawab tantangan keterbatasan SDM di bidang pengadaan, inovasi ini melakukan percepatan peningkatan kompetensi pegawai. Hasilnya nyata, pada akhir 2025 puluhan paket pengadaan melalui e-katalog hingga SPSE berhasil diselesaikan dengan predikat baik.
4. Kunjung DPRD (Pendaftaran Tamu Digital) Kini, tamu dinas maupun studi banding dari luar daerah tidak perlu repot saat berkunjung. Melalui aplikasi ini, pendaftaran dilakukan secara digital sebelum kedatangan, sehingga penerimaan tamu menjadi lebih tertib dan terdata secara sistematis.
5. SIAPMAS (Sistem Informasi Aspirasi dan Pengaduan Masyarakat) Masyarakat kini memiliki “jembatan” langsung ke gedung wakil rakyat. Melalui SIAPMAS, aspirasi atau pengaduan bisa disampaikan kapan saja dan di mana saja secara digital, yang kemudian diteruskan langsung kepada pimpinan atau anggota DPRD yang membidangi.
6. SIMETRISSA (Sistem Modernisasi Arsip dan Risalah Digital) Era risalah manual telah berganti. SIMETRISSA mampu merekam pembicaraan rapat secara otomatis menjadi catatan tertulis dan audio. Dokumentasi fungsi legislasi, anggaran, hingga pengawasan kini tersimpan aman dalam arsip digital yang minim risiko kehilangan data.
Ady Fazar senantiasa mengingatkan jajarannya bahwa menjadi bagian dari Sekretariat DPRD adalah sebuah amanah besar. Semangat memberikan pelayanan terbaik kepada wakil rakyat adalah kunci utama kesuksesan institusi.
“Kita patut bersyukur dipercaya berada di posisi ini. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memberikan dukungan langsung terhadap tugas-tugas pimpinan dan anggota DPRD dalam menjalankan amanah rakyat.” pungkasnya. (rel)































































