TANJUNG, kontrasx com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Badaruddin Kasim Kabupaten Tabalong terus menunjukkan komitmen dalam memangkas angka kematian ibu dan bayi.
Melalui terobosan baru bernama SIKOTER (Sistem Komunikasi Telepon Rujukan), rumah sakit milik pemerintah daerah ini berhasil mentransformasi alur rujukan medis kegawatdaruratan kebidanan dan bayi baru lahir menjadi jauh lebih cepat, tepat dan terintegrasi secara real time.
Inovasi yang diinisiasi oleh Kepala Ruangan IGD PONEK RSUD H. Badaruddin Kasim, Hj. Ratnawati ini lahir dari evaluasi atas permasalahan klasik sistem rujukan.
Selama ini, kendala utama keselamatan pasien gawat darurat berada pada tahap pra-rujukan, yakni minimnya komunikasi awal antara fasilitas kesehatan perujuk (Puskesmas/Bidan) dengan rumah sakit rujukan.

“Akar permasalahan utama turunnya kecepatan penanganan terletak pada belum efektifnya komunikasi pra-rujukan. Hal itu mengakibatkan keterlambatan pengambilan keputusan klinis dan penanganan medis saat pasien tiba di rumah sakit” ujar Hj Ratnawati, Selasa (11/8).
Sebelum hadirnya SIKOTER, informasi rujukan pasien sering terlambat diterima, data klinis tidak lengkap, serta ketiadaan kepastian kesiapan alat medis maupun dokter spesialis di RSUD. Walaupun platform digital nasional telah ada, proses input data yang panjang kerap memakan waktu saat kondisi pasien kritis.
“SIKOTER hadir melengkapi celah tersebut. Melalui hotline dedicated 0812-5413-76-94 dan jejaring komunikasi telepon terarah, tenaga kesehatan di Puskesmas perujuk dapat mengabarkan kondisi nyata pasien secara langsung dan instan mendahului kedatangan ambulan” ucapnya.
Melalui sistem ini, paradigma pelayanan RSUD H. Badaruddin Kasim bergeser total dari reaktif (menunggu pasien datang) menjadi proaktif (rumah sakit sudah siap sebelum pasien tiba).
Data statistik RSUD H. Badaruddin Kasim merekam keberhasilan nyata sejak SIKOTER diterapkan secara bertahap dari tahun 2023 hingga penuh pada tahun 2025. Terjadi pergeseran positif pada pola kedatangan pasien yang menandakan masyarakat dan faskes semakin tertib mengikuti alur rujukan berjenjang.
Pada tahun 2023, proporsi pasien rujukan hanya sebesar 44,1%, sementara pasien yang datang sendiri tanpa koordinasi mencapai 55,9%. Namun pada tahun 2025, angka pasien rujukan melonjak drastis hingga 59,1% (1.401 pasien), sedangkan pasien datang mandiri berhasil ditekan turun menjadi 40,9% (970 pasien).
Indikator paling krusial adalah penurunan tingkat kematian maternal (ibu melahirkan). Setelah sempat naik menjadi 5 kasus (0,23%) pada 2024, angka kematian ibu berhasil ditekan secara signifikan pada tahun 2025 menjadi 3 kasus (0,13%).
Dampak positif SIKOTER tidak hanya dirasakan oleh warga Kabupaten Tabalong yang melingkupi 18 Puskesmas di pelbagai kecamatan, tetapi juga menjangkau pasien dari luar daerah. Pada tahun 2025, RSUD H. Badaruddin Kasim mencatat penerimaan pasien rujukan dari luar kabupaten hingga provinsi tetangga seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
Dengan SIKOTER, Tabalong membuktikan bahwa inovasi sederhana berorientasi komunikasi yang cepat dan tepat mampu menjawab tantangan besar pelayanan kesehatan demi mewujudkan “Tabalong Sehat, Ibu Selamat, Bayi Sehat, Keluarga Hebat”. (Can)
































































