TANJUNG, kontrasx.com – Mendukung program ketahanan pangan Pemerintah sekaligus membangun potensi lahan tidur, Kecamatan Pugaan sedang mengembangkan kawasan pertanian Jirak Food Cluster (Jifoc) yang berada dalam wilayah Desa Jirak.
Camat Pugaan, Farith Yusriannur Riza menuturkan luas lahan yang tersedia di Jifoc sekitar 400 ha.
“Untuk Jifoc luas lahan yang tersedia sesuai permintaan Kementerian Pertanian ada 400 ha. Namun dari tofografi yang ada, desa Jirak, Tamunti dan Pampanan kita hitung lahan tersedia sekitar 1.000 ha yang bisa digarap untuk ketahanan pangan” bebernya pada kontrasx.com, baru-baru ini.
Menurutnya, dari 400 ha tersebut saat ini sekitar 3 ha lahan di tanam padi.
“3 ha kita uji coba tanaman padi” imbuhnya.
Farith mengungkapkan seluruh Pemerintahan Desa se-Kecamatan Pugaan sudah membuat komitmen bersama untuk melakukan kerja sama dalam program ketahanan pangan dengan titik fokus di Jifoc.
”Komitmen tersebut akan dilanjutkan dengan MoU dan peraturan bersama Kepala Desa yang mengatur kesepakatan dan pelaksanaan kerja sama tersebut” jelasnya.
Ia menerangkan secara garis besar kerja sama fokus pada program ketahanan pangan di lokasi Jifoc yakni masing-masing Desa diberi kewenangan menggarap lahan seluas 2 hektar untuk melakukan kegiatan baik pertanian, perikanan, peternakan maupun hortikultura yang modal kerjanya bersumber dari anggaran ketahanan pangan masing-masing Desa.
“Nantinya dilaksanakan oleh masing-masing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani, hasil dari pelaksanaan kegiatan tersebut akan dibagi untung sesuai dengan MoU” imbuhnya.
Farith menegaskan kerja sama ini menjadi terobosan pemerintahan desa se-Kecamatan Pugaan dalam mendukung program ketahanan pangan Nasional maupun program ketahanan pangan Tabalong Smart.
“Hal ini kami lakukan karena tidak semua Desa mempunyai lahan seluas 2 ha untuk mendukung program ketahanan pangan seperti Desa Sungai Rukam 1, Desa Halangan, Desa Pugaan, Desa Sungai Rukam 2” katanya.
Dirinya juga berharap kedepan Jifoc bisa menjadi Role Model program ketahanan pangan.
“Mudah-udahan bisa jadi role model, kalau lahan Jifoc bisa untuk ketahanan pangan” ucapnya.
Ia pun optimis apabila komitmen Desa bisa dilaksanakan di bulan Maret-April 2026 nanti, maka akan ada perubahan besar di Jifoc. (Boel)






























































