TANJUNG, kontrasx.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong kembali “action” dengan Gerakan Literasi Minggu Ceria atau yang akrab dikenal Gelar Minggu Ceria.
Hari ini, Minggu (14/6), giliran Desa Pangelak, Kecamatan Upau, yang menjadi pusat kemeriahan. Acara yang dipusatkan di jantung Desa ini berlangsung meriah dengan memadukan cerita, unjuk bakat seni, hingga pelestarian bahasa ibu.
Suasana ceria sudah tampak sejak pagi hari. Ratusan anak-anak, orang tua, serta tokoh masyarakat memadati lokasi acara. Gelar Minggu Ceria kali ini tampil beda karena dikemas apik melalui rangkaian pertunjukan panggung yang melibatkan lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan di Kecamatan Upau, mulai dari TK hingga SMP.
Kemeriahan diawali dengan penampilan menggemaskan dari anak-anak usia dini. Kolaborasi seni tari disuguhkan oleh anak-anak dari TK Pembina Upau dan TK Araika. Dengan kostum yang ceria, gerak jenaka para pementas cilik ini berhasil mengundang gelak tawa dan tepuk tangan para penonton.
Tidak kalah memukau, panggung literasi memanas saat memasuki sesi literasi budaya. Siswa-siswi dari SDN Pangelak tampil berani di atas panggung membawakan cerita rakyat menggunakan Bahasa Dayak Deah.
Penampilan ini merupakan salah satu upaya menjaga eksistensi bahasa daerah di kalangan generasi z dan alpha agar tidak punah ditelan zaman.
Tak hanya bercerita, anak-anak SDN Pangelak juga menunjukkan keluwesannya dalam membawakan tarian tradisional yang sarat akan makna filosofis lokal.
Sementara itu, di sudut lain, puluhan anak-anak tingkat dasar tampak serius namun antusias mengikuti lomba mewarnai. Aktivitas ini digelar untuk merangsang motorik, kreativitas, sekaligus mendekatkan mereka pada dunia literasi visual sejak dini.
Kemeriahan panggung ditutup oleh penampilan siswa-siswi SMP Pangelak. Berbekal kemampuan retorika yang lebih matang, mereka membawakan sesi bercerita (storytelling) dengan pembawaan yang ekspresif, mengangkat tema-tema motivasi membaca dan pentingnya menjaga kearifan lokal.
Kepala Dispersip Tabalong, Hj Norhayati memberikan apresiasi atas antusiasme luar biasa dari warga Desa Pangelak.
Norhayati menegaskan literasi tidak boleh hanya menumpuk di pusat kota, namun harus menjangkau masyarakat yang jauh dari akses fasilitas utama.
“Gelar Minggu Ceria hari ini di Desa Pangelak bukan sekadar acara seremonial, melainkan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan keadilan akses literasi hingga ke tingkat desa” ucapnya, Minggu (14/6) disela kegiatan.
Menurutnya Dispersip ingin mengubah stigma bahwa perpustakaan itu membosankan.
“Melalui Bidang Layanan Perpustakaan dan Pengembangan Koleksi, kami membawa buku-buku, keceriaan, dan panggung ekspresi langsung ke tengah masyarakat” katanya.
Ia pun mengaku bangga melihat anak-anak SD fasih bercerita dalam Bahasa Dayak Deah.
“Inilah esensi literasi yang sesungguhnya, memperluas wawasan modern tanpa sedikit pun melupakan akar budaya dan identitas daerah kita” tandasnya.
Hal senada diungkapkan Pustakawan Dispersip Tabalong yang mengawal langsung teknis pelaksanaan di lapangan, Sunarti.
Sunarti menyatakan kegiatan ini dirancang untuk memicu minat baca yang berkelanjutan pasca-acara selesai.
“Kami melihat potensi yang sangat besar pada anak-anak di Desa Pangelak ini. Melalui rangkaian lomba mewarnai, menari, hingga bercerita yang kami gagas, kami ingin menanamkan memori indah pada anak-anak bahwa belajar dan membaca itu menyenangkan” bebernya.
“Tugas kami sebagai pustakawan bukan lagi sekadar menjaga tumpukan buku di rak, tetapi bergerak aktif menjemput bola, mendampingi komunitas, dan memfasilitasi ruang kreatif seperti ini” sambungnya.
Pihaknya berharap setelah acara ini selesai, semangat membaca yang sudah tersulut di hati anak-anak tidak padam, melainkan terus tumbuh di rumah dan sekolah mereka masing-masing.
“Dispersip berharap Gelar Minggu Ceria ini dapat menjadi pemantik bagi lahirnya pojok-pojok baca baru dan komunitas literasi lokal yang digerakkan secara swadaya oleh masyarakat Kecamatan Upau” tukasnya.
Dukungan juga mengalir dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Pangelak, Hariadinata, menyampaikan rasa terima kasih pada rombongan Dispersip yang telah memilih desanya sebagai lokus pergerakan literasi.
“Kami atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Pangelak sangat mendukung dan berterima kasih atas diadakannya Gelar Minggu Ceria ini. Kehadiran Dispersip membawa angin segar bagi pendidikan anak-anak kami di sini” ujarnya.
Hariadinata berharap dengan adanya stimulasi kegiatan literasi yang menyenangkan seperti ini, minat baca dan kecerdasan literasi masyarakat Pangelak, khususnya generasi muda dari TK Pembina, TK Araika, SDN Pangelak, hingga SMP Pangelak, akan semakin tumbuh dan mandiri di masa depan. (Sm)

































































