TANJUNG, kontrasx.com – Tahun 2025 ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabalong akan melakukan pembangunan 7 jembatan besar.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Tabalong, Sunengsi.
“Tahun ini ada kegiatan Dinas PUPR terkait pengerjaan tujuh jembatan besar”bebernya pada kontrasx.com, Selasa(03/ 6).
Sunengsi merincikan pembangunan jembatan tersebut yakni jembatan Uwie, jembatan Nyali, jembatan Gala-Gala Binjai, jembatan Mahe Pasar, jembatan Sei Rukam, jembatan Sei Anyar- Hariang dan jembatan Kumap.
“Untuk jembatan Sei Kumap merupakan lanjutan pekerjaan sebelumnya “imbuhnya.
Ia menyebutkan dari jumlah tersebut, ada salah satu jembatan yang menjadi prioritas utama.
“Pembangunan jembatan Gala-Gala Binjai menjadi prioritas karena masuk dalam daftar proyek strategis Kabupaten” jelasnya.
Sunengsi menyatakan ketujuh jembatan tersebut direncanakan akan selesai tahun ini juga.
“Kita anggarkan selesai satu tahun anggaran di tahun 2025” katanya.
Menurutnya jembatan-jembatan tersebut akan dikerjakan dengan opsi rangka baja, girder dan pile slab.
Termasuk jembatan Sakuyah akan dilakukan Rehabilitasi tahun ini juga.
“Jembatan sakuyah akan kita perbaiki kembali ke posisi awal, karena jembatan ini urgent dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat” ujarnya
Selain itu, ia menyampaikan tahun ini juga Dinas PUPR Tabalong melalui bidang Bina Marga melakukan perawatan terhadap beberapa jembatan gantung dan jembatan kayu di beberapa tempat.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan pekerjaan pembuatan 14 buah Box Culvert yang lokasinya tersebar, diantaranya berada di Muara Harus, Maluyung, Kaong, Murung Karangan, Binturu dan Padangin.
Sunengsi menyatakan kegiatan yang pihaknya laksanakan merupakan dukungan Dinas PUPR terhadap program prioritas Bupati Tabalong; Jalan dan Jembatan Mantap.
“Ini merupakan wujud komitmen kita mendukung program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tabalong, Jalan dan Jembatan Mantap” tukasnya.
Ia pun mengaku optimis program jalan dan jembatan mantap bisa dituntaskan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.
“Kita optimis bisa merealisasikannya lima tahun ke depan. Program kegiatan akan difokuskan di pengaspalan dan rigid (cor beton) untuk pemantapannya” terangnya. (Boel)






























































